Breaking News:

Berita Bisnis

Prediksi Pemerintah soal Energi Terbarukan, PLTA Jadi Andalan Pengembangan EBT 10 Tahun ke Depan

Untuk itu pembangkit listrik tenaga air (PLTA) bakal jadi tulang punggung untuk Indonesia transisi dari energi fosil ke energi terbarukan.

Editor: Sudarma Adi
istimewa
Ilustrasi PLTA 

Sedangkan Ketua Yayasan Perspektif Baru Hayat Mansur menilai, kebijakan transisi energi fosil ke energi terbarukan perlu dukungan semua pihak karena pemerintah tidak akan mampu melakukan ini sendiri.

“Kita harus mampu melakukan transisi energi karena peningkatan porsi energi terbarukan sangat penting untuk pengurangan emisi karbon, selain ketahanan dan kemandirian energi,” kata Hayat Mansur.

Dampak penggunaan EBT dalam mengurangi emisi sangat besar.

Menurut perhitungan, satu megawatt dari pembangkit EBT mampu  mengurangi karbon sebesar 483 ton CO2.

Contohnya, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 MW di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara diatur untuk berkontribusi pada pengurangan emisi karbon sekitar 1,6 juta ton per tahun atau setara dengan kemampuan 12 juta pohon menyerap karbon.

Jadi pemanfaatan pembangkit listrik dari energi terbarukan seperti PLTA mampu mengurangi emisi karbon sangat signifikan.

Ini sangat penting untuk upaya mitigasi perubahan iklim.

Berdasarkan Persetujuan Paris pada 2015, semua negara harus menurunkan emisi karbonnya termasuk di sektor energi untuk menjaga menjaga ambang batas suhu bumi di bawah dua derajat Celcius dan berupaya menekan hingga 1.5 derajat Celcius di atas suhu bumi pada masa pra-industri.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved