Breaking News:

Berita Nganjuk

Pemkab Nganjuk Bebaskan Biaya Perawatan Warga Diduga Keracunan Makanan Hajatan di RSUD Kertosono

Pemkab Nganjuk membebaskan biaya perawatan warga yang diduga keracunan makanan hajatan di RSUD Kertosono. Marhaen Djumadi ungkap alasannya.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Achmad Amru Muiz
Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi saat membesuk warga yang diduga keracunan makanan hajatan dan masih dirawat di RSUD Kertosono Nganjuk, Kamis (28/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Pemkab Nganjuk membebaskan biaya perawatan medis warga yang diduga keracunan makanan hajatan pernikahan di Kelurahan Banaran, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk.

Sebelumnya, sebanyak 25 orang sempat menjalani perawatan di RSUD Kertosono karena mengalami pusing, mual, muntah, dan diare.

Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, dari 25 orang yang diduga keracunan makanan dari hajatan pernikahan tersebut, tinggal 12 orang yang dirawat di RSUD Kertosono. 11 orang di antaranya sudah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.

"Alhamdulillah sudah pada sembuh semua yang diduga keracunan makanan hajatan pernikahan, dan tinggal satu korban yang dirawat, karena masuk ke RSUD Kertosono tadi pagi. Semoga warga tersebut segera sembuh setelah menjalani perawatan," kata Marhaen Djumadi usai menjenguk para korban dugaan keracunan makanan, di RSUD Kertosono, Kamis (28/10/2021).

Pembebasan biaya perawatan dan pengobatan para korban dugaan keracunan makanan hajatan di RSUD Kertosono, dikatakan Marhaen Djumadi, dikarenakan kejadian tersebut sebagai musibah.

Warga yang keracunan juga sudah menerima apa yang dialaminya sebagai musibah, sehingga juga telah memaafkan warga yang menggelar hajatan pernikahan tersebut.

"Melihat hal itu tidak salah bila pemkab membebaskan biaya perawatan semua warga yang diduga menjadi korban keracunan makanan hajatan," ucap Marhaen Djumadi.

Mengenai izin menggelar hajatan pernikahan dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 1 di Kabupaten Nganjuk, ungkap Marhaen Djumadi, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan tim Satgas Penanganan Covid-19.

Tetapi yang jelas, karena Kabupaten Nganjuk masuk zona kuning dan PPKM Level 1, maka warga telah diberikan kelonggaran untuk menggelar kegiatan hajatan pernikahan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19, dan undangan dalam jumlah terbatas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved