Berita Kota Batu

Pemkot Batu Upaya Pulangkan 2 Warganya yang Terlantar dan Tertahan di Pulau Guam Amerika Serikat

Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-TK) merespon adanya dua warga Kota Batu yang

Penulis: Benni Indo | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
Foto-foto ABK yang tertahan di Kapal Voyager di Pulau Guam. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, BATUPemerintah Kota Batu melalui Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-TK) merespon adanya dua warga Kota Batu yang tertahan di kapal MV Voyager di Pelabuhan Guam. Pemkot Batu mendatangi rumah Ali Akbar Cholid (27).

Kepala Bidang Tenaga Kerja, Suyanto saat dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya datang ke rumah Ali untuk memastikan bahwa status Ali sebagai warga Kota Batu. Selain itu, juga menggali informasi kondisi terkini Ali dan teman-temannya yang ada di Pelabuhan Guam.

“Memastikan betul warga Kota Batu. Kami juga menanyakan langkah apa yang sudah diambil keluarga. Kondisi di sana seperti apa, kami laporkan ke Pak Kadis,” paparnya.

Suyanto mengatakan, Pemerintah Kota Batu akan melakukan upaya agar Ali dkk bisa segera dipulangkan ke Indonesia. Caranya dengan mengirim surat ke KBRI atau KJRI Los Angeles. Pemkot Batu tidak bisa memulangkan langsung Ali dkk.

“Kami tidak bisa memulangkan langsung, paling menyurati ke KBRI atau KJRI. Intinya mendorong saja,” ungkapnya, Jumat (29/10/2021).

Diberitakan sebelumnya, sembilan anak buah kapal asal Indonesia terlantar dan tidak bisa pulang ke Indonesia dari Pulau Guam, Amerika Serikat.

Sembilan orang tersebut terdiri atas dua orang warga Kota Batu yakni Agus Brigrianto dan Ali Akbar Cholid. Lalu empat orang dari Kota Malang yakni Bambang Suparman, Gunawan Soeharto, Dicky Wahyu dan Fajar Nur.

Masing-masing satu orang dari Kabupaten Lumajang, Blitar dan Sidoarjo adalah Muhammad Khafid, Fery Sujatmiko dan Yusman Shobirin.

Ali Akbar Cholid (27) awak asal Kota Batu dalam sambungan telefon menceritakan, ia berangkat ke Guam untuk menjual kapal yang bernama MV Voyager milik orang Kanada. Ali berangkat dari Bali sejak April, lalu tiba di Guam pada Juli 2021.

Setelah tiba di sana, ternyata tidak ada yang membeli kapal tersebut. Sementara pemiliknya berada di Kanada. Ali dan rekan-rekannya sudah berulang kali menanyakan kejelasan kepada pemilik MV Voyager.

“Kami hanya diberi janji saja. Katanya pekan depan dipulangkan. Dijanjikan pekan depan terus,” paparnya, Kamis (28/10/2021).

Para awak juga sudah melapor ke KJRI Los Angeles sejak lebih dari dua bulan yang lalu. Hingga kini, masih belum ada kejelasan kapan mereka dipulangkan.

Para awak juga tidak bisa turun ke daratan karena tidak memiliki izin. Mereka hidup di atas kapal yang bersandar di Commercial Port Guam atau Port of Guam Pasokan makanan mentah dikirim dari darat melalui agen, kemudian diolah sendiri di kapal.

Sudah lima bulan ini mereka tidak mendapatkan gaji. Upaya menagih gaji pun tidak membuahkan hasil. Ali menurutkan, untuk saat ini ia tidak berharap banyak mendapat gaji. Ia hanya ingin bisa pulang.

“Secara fisik kami sehat, tapi kondisi mental tidak. Kami hanya ingin pulang. Saya tidak sempat melihat istri yang melahirkan,” katanya. 

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved