Breaking News:

Berita Nganjuk

Jaga Kondusivitas, Polisi-TNI dan Tim Pemda Lakukan Penyekatan di Perbatasan Nganjuk-Madiun

Jaga kondusivitas antisipasi pergerakan massa PSHT, polisi-TNI dan tim pemda lakukan penyekatan di perbatasan Nganjuk-Madiun.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Tim gabungan dari kepolisian dan TNI serta tim Pemkab Nganjuk disiagakan dalam persiapan penyekatan di wilayah perbatasan Nganjuk-Madiun atau tepatnya di wilayah Wilangan Nganjuk, Jumat (29/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Tim gabungan Polres Nganjuk, TNI, Satpol PP, Dishub, dan Unit Kesehatan Rumkit Bhayangkara menggelar kegiatan penyekatan terhadap masyarakat dari perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi warga PSHT dari Nganjuk yang akan menuju ke Madiun dan Magetan atau sebaliknya.

Kapolres Nganjuk, AKBP Jimmy Tana menjelaskan, saat ini masih berlangsung pandemi Covid-19 (virus Corona) dan semua kegiatan pengumpulan massa masih dilarang. Untuk itu, kegiatan di Magetan tersebut diusahakan sekecil mungkin pesertanya.

"Selain itu, yang tak kalah penting adalah antisipasi keributan antarperguruan pencak silat maupun dari perguruan SH Terate itu sendiri," kata Jimmy Tana, Jumat (29/10/2021).

Dengan kondisi tersebut, dikatakan Jimmy Tana, Polres Nganjuk beserta jajaran dan instansi lainnya seperti TNI, Satpol PP, Dishub dan unsur kesehatan melakukan upaya pencegahan dengan melakukan penyekatan di perbatasan Nganjuk-Madiun, tepatnya di Wilangan.

Penyekatan dimulai pada Jumat pagi hingga malam.

Sebelumnya, pihak kepolisian sudah melakukan upaya pencegahan dengan mengumpulkan tokoh perguruan silat, baik di Madiun maupun Nganjuk agar tidak ada pengerahan massa.

Baca juga: Wujudkan Satu Data Indonesia, Pemkab Nganjuk Sediakan Data Terpadu untuk Pemutakhiran

"Alhamdulillah dengan berbagai upaya tersebut hingga kini diketahui sementara tidak ada pengerahan massa ke Madiun, sehingga situasi berjalan aman terkendali, baik di Nganjuk maupun Madiun," ucap Jimmy Tana.

Untuk itu, pihaknya mengapresiasi upaya semua pihak, dan kesadaran massa dari SH Terate yang tidak pergi ke Madiun.

"Karena bagaimanapun, kita semua harus hati-hati sekarang ini dengan masih adanya pandemi Covid-19, sehingga semaksimal mungkin kondisivitas wilayah harus betul-betul dijaga agar tetap aman dan tertib," tutur Jimmy Tana.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved