Breaking News:

Berita Madura

BPBD Sampang Rampung Lakukan Pemetaan Wilayah Terdampak Banjir, Ini Wilayah Paling Parah Terdampak

Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Madura rampung melakukan pemetaan wilayah terdampak banjir di wilayah kerjanya.

Penulis: Hanggara Syahputra | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/GALIH LINTARTIKA
Ilustrasi - Banjir menggenangi sejumlah rumah di permukiman padat penduduk 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanggara Pratama

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Madura rampung melakukan pemetaan wilayah terdampak banjir di wilayah kerjanya.

Hasilnya ada 11 wilayah yang berpotensi dilanda banjir pada musim penghujan nanti, diantaranya 4 kelurahan dan 7 desa di Kabupaten Sampang.

Adapun rinciannya, Kelurahan Dalpenang, Rong Tengah, Gunung Sekar, dan Karang Dalam.

Kemudian, Desa Pangelen, Banyumas, Tanggumong, Kamuning, Pasean, Panggung, dan Gunung Maddah.

Sementara berdasarkan dari pemetaannya, wilayah selatan dari kota Sampang, tempatnya Kelurahan Rong Tengah akan paling parah terdampak banjir.

Artinya, debit air banjir akibat luapan Kali Kemuning paling tinggi di wilayah kelurahan tersebut.

Baca juga: Destinasi Wisata di Sampang Dibuka Bersyarat, Ada Kendala Penerapan Peduli Lindungi

"Seperti tahun sebelumnya, kedalaman banjir paling tinggi di Kelurahan Rong Tengah dan kedalamannya kemarin sampai ke pinggang orang dewasa," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Asroni.

Ia menambahkan, memang Kabupaten Sampang berpotensi dilanda banjir pada musim penghujan nanti.

Sebab, wilayah se Jawa Timur termasuk Sampang diprediksi dilandan fenomena La Nina, di mana intensitas curah hujan meningkat 20 persen sampai 70 persen.

Baca juga: Ganjarist Jatim Resmi Deklarasi, Nilai Ganjar Pranowo Figur Tepat Lanjutkan Kepemimpinan Jokowi

"Sesaui prediksi BMKG musim penghujan di Sampang diprediksi akan terjadi pada November 2021 mendatang," ujarnya.

Menurutnya, terkait bencana banjir pada musim penghuhan nanti diprediksi tidak akan separah beberapa tahun sebelumnya.

Sebab, selain adanya normalisasi sungai, pompa pengendali banjir juga sangat berpengaruh dalam mengantisipasi banjir.

"Untuk kondisi pompa pengendali banjir kondisinya normal sehingga akan berfungsi secara optimal," pungkasnya.

Baca juga: Sebentar Lagi Lunas, Motor Karyawati Butik di Sukolilo Malah Digondol 2 Bandit, Pelaku Terekam CCTV

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved