Breaking News:

Berita Jatim

Intensitas Hujan Diprediksi Meningkat 20 Persen, Gubernur Jatim Khofifah Gelar Apel Siaga Banjir

Intensitas hujan diprediksi akan meningkat 20 persen mulai November, Gubernur Jatim Khofifah gelar Apel Siaga Banjir.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menggelar Apel Siaga Banjir di lapangan kawasan Bendungan Semantok Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Senin (1/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Memasuki awal bulan November yang diprediksi akan menjadi awal datangnya musim hujan, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menggelar Apel Siaga Banjir di lapangan kawasan Bendungan Semantok Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Senin (1/11/2021). 

Apel yang mengumpulkan kelompok tagana dari Nganjuk, Jombang, Kediri Raya, Madiun Raya, Tuban dan Bojonegoro tersebut juga menghadirkan gelar kendaraan operasional penanggulangan bencana. Seperti backhoe, truk, dan alar berat yang lain. 

Dalam arahannya, Gubernur Khofifah menegaskan semua pihak harus melakukan antisipasi secara komprehensif terkait adanya potensi bencana, termasuk banjir dan longsor. 

Ia meminta kesiapan antisipasi dalam hal infrastruktur segera dilakukan. Sehingga potensi bencana bisa diminimalisir semaksimal mungkin. 

"Kita mengetahui beberapa titik rawan banjir di Jawa Timur ini. Mengingat titik-titik ini merupakan langganan banjir, berarti ada sesuatu yang harus kita lakukan antisipasi dan mitigasi dengan hal-hal yang terkait kebutuhan konstruksi di beberapa area tersebut. Tolong jadi perhatian, jangan dibiarkan," tegas Gubernur Khofifah. 

Pada banjir awal tahun lalu, Khofifah mengingatkan bahwa ada tumpukan sampah yang akhirnya masuk ke aliran air. Yang kemudian menyumbat pintu-pintu air dan berdampak pada terjadinya luapan air.

"Selain ada yang karena tumpukan sampah yang cukup besar, yang di beberapa daerah lain juga bahkan ada yang aliran air tersumbat barongan, hingga banjir menghilangkan sejumlah rumah. Jadi tolong yang begini ini jangan sampai terjadi dan harus diantisipasi," tambah Khofifah merujuk kejadian banjir di Pasuruan. 

Lebih lanjut, dikatakannya dalam melakukan mitigasi, ia mengimbau agar dilakukan dengan kegotongroyongan. Agar bisa didapatkan hasil yang maksimal karena tentunya semua saling terkait satu daerah dengan yang lain. 

Baca juga: Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Kini Bisa Dilakukan di 76 Ponpes Jatim, Wujud Inovasi Samsat OPOP

"Kita memaksimalkan usaha mitigasi antisipasi dalam menghadapi banjir dengan lingkungan terdekat. BMKG menyebut bahwa November sampai dengan kemungkinan Januari sampai Februari 2022 intensitas hujan akan mengalami peningkatan 20 persen," tegas Khofifah. 

Berdasarkan prediksi musim hujan kali ini mengalami peningkatan intensitas hasil dari La Nina dan perubahan hidrometeorologi. Yang hal ini akan berpotensi berdampak pada cuaca ekstrem, banjir bandang, longsor, dan puting beliung. 

"Posko-posko banjir harus diperhatikan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Yang saya pesankan juga, sinergi pentahelix berperan penting dalam mitigasi ini," pungkas Khofifah. 

Dalam kegiatan Apel Siaga Banjir ini, Khofifah juga menyerahkan bantuan berupa 6 unit sepeda motor trail untuk Pusdaplop Tagana Provinsi Jatim, juga bantuan bibit pohon dari Gerakan Tagana Menjaga Alam.

Selain itu, juga diberikan bantuan bibit pohon jati dan jabon dari Pusdaplop Tagana Provinsi Jatim, 3000 bibit pohon vertyver dari Pusdaplop Tagana Tuban, 500 bibit pohon mahoni dari Pusdaplop Tagana Kabupaten dan Kota Kediri, 500 bibit pohon jati dari Pusdaplop Tagana kabupaten/kota Madiun, 250 bibit pohon jati dari Pusdaplop Tagana Bojonegoro, 250 bibit pohon jati dan jabon Pusdaplop Tagana Tulungagung.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved