Breaking News:

Berita Kediri

Memasuki Musim Penghujan, Titik Rawan Bencana di Kota Kediri Dipantau

BPBD Kota Kediri telah melakukan pemantauan setiap titik yang berpotensi terjadi genangan air. Upaya itu dilakukan menyusul hujan deras yang terjadi d

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/Didik Mashudi
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar sewaktu menghadiri apel kesiapan penanganan bencana di Lapangan Gajahmada, Kota Kediri. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - BPBD Kota Kediri telah melakukan pemantauan setiap titik yang berpotensi terjadi genangan air.

Upaya itu dilakukan menyusul hujan deras yang terjadi di awal musim penghujan di Kota Kediri.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri Indun Munawaroh menjelaskan, peningkatan kapasitas Tim Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Kota Kediri yang berjumlah 12 orang telah dilakukan serta persiapan alat-alat evakuasi. 

“Untuk peningkatan kapasitas lebih kepada bagaimana melakukan asesmen awal terhadap kejadian bencana serta olah fisik,” ujar Indun Munawaroh, Senin (1/11/2021).

Sementara peningkatan koordinasi dengan beberapa OPD terkait juga dilakukan untuk mempercepat penanganan.

Baca juga: Warga Kediri Dihebohkan dengan Temuan Benda Diduga Objek Purbakala Era Majapahit

“Kami lakukan pemantauan di beberapa titik genangan dan memberi peringatan ke masyarakat yang melintas di titik tersebut. Selain itu juga koordinasi dengan instansi terkait dalam hal ini Dinas PUPR,” jelasnya.

Sementara proses pemantauan debit air juga dilakukan di Sungai Kresek Kelurahan Ngadirejo dan Sungai Kedak di Kelurahan Ngampel.

“Kami memantau melalui Early Warning System yang ada di kedua sungai tersebut secara rutin tergantung potensi bencana,” jelasnya.

BPBD Kota Kediri fokuskan pada peringatan dini dari BMKG Juanda terkait hujan disertai angin kencang dan petir dan kecepatan angin yang berpotensi angin kencang.

Baca juga: Remaja yang Tenggelam di Ketabang Kali karena Cari iPhone 12 Ditemukan Mengambang di Tengah Sungai

Ada laporan pohon tumbang di area Pasar Mrican yang langsung ditangani oleh BPBD Kota Kediri.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyampaikan Pemkot Kediri telah mempersiapkan berbagai antisipasi berdasar pengalaman Kota Kediri dan daerah lainnya pada tahun sebelumnya.

“Selain berfokus pada pemulihan ekonomi, saat ini Kota Kediri dan daerah lainnya juga menghadapi tantangan perubahan iklim yang cukup ekstrem," ungkapnya.

Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya dan peringatan dari BMKG Juanda, Pemkot Kediri telah mempersiapkan antisipasi kejadian hidrometeorologi di Kota Kediri sehingga dapat mengurangi potensi kerugian dan korban dari kejadian.

Baca juga: Pengunjung CFD Simpang Lima Gumul Kediri Dites Swab Antigen Acak, Antisipasi Gelombang Ketiga Covid

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved