Breaking News:

Berita Surabaya

Kunjungi Universitas Surabaya, Dirjen DIKTI Bahas Program Matching FUND 2021

Universitas Surabaya (UBAYA) mendapat kunjungan dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan

Penulis: Zainal Arif | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/Zainal Arif
Saat Dirjen Dikti, Prof Nizam memberikan arahan Program Matching Fund kepada tujuh Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Jawa Timur yang hadir di Gedung Perpustakaan Lantai 5 Kampus Ubaya Tenggilis, Selasa (2/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Zainal Arif 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Universitas Surabaya (UBAYA) mendapat kunjungan dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud Ristek RI), Prof Nizam.

Sepuluh proposal unggulan UBAYA berhasil memperoleh dana padanan dari Kemendikbud Ristek dalam Program Matching Fund 2021

UBAYA menjadi perguruan tinggi swasta (PTS) dengan jumlah proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terbanyak dengan total dana yang diterima sebesar Rp. 5,4 miliar. 

Dirjen Dikti, Prof Nizam memberikan arahan Program Matching Fund kepada tujuh Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Jawa Timur yang hadir di Gedung Perpustakaan Lantai 5 Kampus Ubaya Tenggilis, Selasa (2/11/2021).

Baca juga: 3 Anak Tewas Tenggelam di Sungai Surabaya dalam Dua Pekan Terakhir, Pemkot Lakukan Upaya Pencegahan

Rektor UBAYA, Benny Lianto dalam sambutannya berpendapat jika Program Matching Fund dinilai sangat baik dan efektif dalam mendukung kebijakan Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM).

Dengan kehadiran Prof Nizam diharapkan mampu memberikan banyak inspirasi dan arahan untuk UBAYA maupun PTS di Jawa Timur mengenai Program Matching Fund. 

Baca juga: Unesa Bebaskan UKT hingga Beasiswa Lanjut Studi untuk Para Atlet PON XX Papua 2021

“UBAYA berharap pelaksanaan Program Matching Fund di tahun berikutnya dapat dilakukan dengan jangka waktu yang lebih panjang dan proses administrasi lebih mudah,” ucap Benny Lianto.

Sementara itu, Dirjen Dikti, Prof Nizam menjelaskan Matching Fund merupakan program yang masih baru sehingga belum sempurna. 

Dirinya menyampaikan jika Program Matching Fund akan terus melakukan perbaikan terkait proses, sistem hingga waktu pelaksanaannya. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved