Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Misteri Kasus Subang Sulit Dibongkar, Pelaku Dinilai Luar Biasa Bikin Skenario, Danu Jadi Tersangka?

Kuasa hukum Danu (21) menilai pelaku dari kasus perampasan nyawa ibu dan anak di Kabupaten Subang sangat profesional dan menyulitkan pihak kepolisian.

Tribun Jabar/Dwiky Maulana
Danu (21) saat memasuki ruangan Satreskrim Polres Subang, Senin (1/11/2021). 

TRIBUNJATIM.COM - Misteri kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang sulit dibongkar.

Kuasa hukum Danu menilai pelaku sangat profesional.

Kuasa hukum Danu (21) menilai pelaku dari kasus perampasan nyawa ibu dan anak di Kabupaten Subang sangat profesional dan sangat menyulitkan pihak kepolisian.

"Pelakunya memang sangat luar biasa dalam membuat skenario yang dinilai sangat merencanakan. Sehingga membuat masyarakat dibikin bingung," ucap Achmad Taufan kuasa hukum Danu, Rabu (3/11/2021).

Tak hanya masyarakat, menurutnya, dalam melakukan pengungkapannya, polisi membutuhkan tenaga ekstra.

"Bahkan polisi juga butuh waktu yang cukup lumayan lama untuk bisa menentukan siapa tersangka dibalik pembunuhan ini," katanya.

Sementara itu, kliennya juga secara terus menerus kembali dimintai keterangan lanjutan oleh pihak kepolisian. Pada pekan ini kliennya sudah tiga hari berturut-turut diundang pihak kepolisian.

Baca juga: Peran Danu dalam Kasus Subang hingga Berpotensi Jadi Tersangka karena Ini, Kuasa Hukum: Tunggu Dulu!

Diketahui, sudah berjalan 78 hari kasus kematian dari Tuti Suhartini (55) serta Amalia Mustika Ratu (23) masih juga belum terungkap siapa pelakunya.

Sejauh ini, pihak kepolisian sudah memeriksa 54 saksi agar dapat petunjuk dari kasus yang sudah menjadi sorotan publik tersebut

Minta Banpol Diusut

Danu (21) kembali datangi Satreskrim Polres Subang, Rabu (3/11/2021).
Danu (21) kembali datangi Satreskrim Polres Subang, Rabu (3/11/2021). (Tribun Jabar/Dwiky MV)

Kuasa hukum Muhamad Ramdanu (21) mendesak pihak kepolisian untuk segera usut tuntas terhadap oknum bantuan polisi (Banpol) yang menyuruh Danu menerobos dari TKP serta membersihkan bak mandi.

Achmad Taufan kuasa hukum Danu mengatakan, pihak kepolisian harus memeriksa dari oknum banpol yang sudah menyuruh kliennya menerobos garis polisi sehari setelah kejadian.

"Sampai saat ini kami masih menunggu perkembangan dari polisi perihal oknum banpol yang sudah menyuruh Danu," ucap Achmad Taufan di Subang, Rabu (3/11/2021).

Pihaknya pun terus mendesak agar oknum banpol tersebut diperiksa agar kasus yang menjadi sorotan ini terang benderang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved