Breaking News:

Berita Mojokerto

Operasi Pasar Murah di Mojokerto Diserbu Emak-emak, Minyak Goreng Ludes dalam Waktu 30 Menit

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto melakukan operasi pasar murah menyusul kenaikan harga minyak goreng di pasaran.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/Mohammad Romadoni
Operasi pasar minyak goreng murah di Pasar Tradisional Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Rabu (3/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto melakukan operasi pasar murah menyusul kenaikan harga minyak goreng di pasaran.

Operasi pasar yang menyediakan minyak goreng di bawah harga pasar itu sontak diserbu emak-emak hingga ludes dalam waktu 30 menit.

Plt Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto, Iwan Abdillah mengatakan harga minyak goreng dalam kegiatan operasi pasar murah meliputi kemasan satu liter Rp.16.500, kemasan 500 ml Rp.8.500 dan kemasan dua liter Rp.33.500.

"Kami berupaya menstabilkan harga produk pangan khususnya minyak goreng yang akhir-akhir ini harganya melambung tinggi sekaligus membantu mengurangi beban biaya konsumsi masyarakat di Kabupaten Mojokerto," ungkapnya, Rabu (3/11/2021).

Baca juga: 3 Anak Tewas Tenggelam di Sungai Surabaya dalam Dua Pekan Terakhir, Pemkot Lakukan Upaya Pencegahan

Menurut dia, sesuai arahan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati agar secara masif melakukan operasi pasar tersebut.

Apalagi, kenaikan harga minyak goreng  dari Rp.15 ribu menjadi sekitar Rp.18 ribu per liter. Bahkan, harga minyak curah di pasaran mencapai Rp.20 ribu hingga Rp 21 ribu per liter.

Baca juga: Kali Lamong Meluap, Desa di Dawarblandong Kabupaten Mojokerto Terendam Banjir

Dampak kenaikan harga minyak goreng dirasakan masyarakat terutama industri kecil seperti pengusaha kerupuk ikan tengiri, kerupuk samiler, rempeyek di kawasan Kutorejo.

"Masyarakat ingin harga minyak goreng kembali normal sehingga Pemerintah Kabupaten Mojokerto secara masif melakukan operasi pasar beberapa hari kedepan dan juga di kawasan industri kerupuk," jelasnya.

Baca juga: Unesa Bebaskan UKT hingga Beasiswa Lanjut Studi untuk Para Atlet PON XX Papua 2021

Selain minyak goreng, kegiatan operasi pasar ini juga menyediakan bahan pokok lain seperti gula pasir curah Rp.11.500, gula pasir kemasan merek Rp11.700, telur ayam Rp.18 ribu. Kemudian, beras kemasan lima kilogram harganya Rp.42.500 sampai Rp.55 ribu.

Ningrum (45) warga setempat mengaku adanya pasar murah ini sangat membantu masyarakat ditengah lonjakan harga minyak goreng di pasaran. Apalagi, harganya selisih Rp.2000 dari minyak goreng yang dijual di pasaran.

"Harga minyak goreng sekarang mahal  apalagi minyak goreng curah disini stoknya habis," ucap wanita yang juga berjualan rempeyek ini.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved