Breaking News:

Berita Malang

Antisipasi Sungai Brantas Kembali Meluap, Warga Kampung Putih Kota Malang Diungsikan

Antisipasi Sungai Brantas kembali meluap, warga Jalan Jaksa Agung Suprapto Dalam RT 4, 5, 6, 7, RW 6, Kecamatan Klojen, Kota Malang atau biasa

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.com/ Kukuh Kurniawan
Suasana parkiran motor RSSA Malang yang disulap menjadi salah satu tempat pengungsian warga Kampung Putih, Kota Malang 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Antisipasi Sungai Brantas kembali meluap, warga Jalan Jaksa Agung Suprapto Dalam RT 4, 5, 6, 7, RW 6, Kecamatan Klojen, Kota Malang atau biasa dikenal dengan Kampung Putih diungsikan sementara waktu.

Dari pantauan TribunJatim.com, para warga Kampung Putih diungsikan di dua tempat. Yaitu di parkiran motor Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang dan aula gedung Taman Wisata Senaputra.

Salah satu koordinator pengungsian warga, Koko (40) mengatakan, di tempat pengungsian parkiran motor Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), terdapat kurang lebih 100 kepala keluarga (KK).

"Di tempat pengungsian parkiran motor Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, untuk warga RT 4 dan RT 5. Sedangkan di tempat pengungsian aula gedung Taman Wisata Senaputra, untuk warga RT 6 dan RT 7 dengan jumlah pengungsi kurang lebih 96 KK," ujarnya kepada TribunJatim.com, Kamis (4/11/2021).

Dirinya menjelaskan, warga diungsikan sementara waktu hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.

"Warga kita ungsikan hingga kondisi aman. Kalau besok pagi kondisi sudah aman, warga diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing. Tetapi kalau kondisi belum aman, tetap disuruh untuk berada di tempat pengungsian," bebernya.

Dirinya mengungkapkan untuk kondisi rumah yang ditinggal, warga tidak perlu khawatir. Karena pihak Polresta Malang Kota bersama karang taruna, melakukan pengamanan di rumah warga.

Baca juga: Kondisi Makin Stabil, Gala Sky Anak Vanessa Angel Dirujuk ke RS Bhayangkara Surabaya

"Untuk penjagaan keamanan, Polresta Malang Kota dibantu dengan pihak karang taruna. Antisipasi keamanan rumah warga yang ditinggal. Dan hingga saat ini, warga dilarang kembali ke rumah masing masing," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu warga sekitar, Arianto (28) menuturkan, kondisi paling parah dialami oleh RT 7.

"Yang kondisinya paling parah terdampak luapan Sungai Brantas, adalah di RT 7. Yaitu, tiga rumah hanyut dan satu rumah rusak berat. Tiga rumah yang hanyut adalah milik Rohman, Didik, dan Joko. Sedangkan rumah yang rusak berat, adalah milik Pramono," jelasnya.

Sementara itu, Ketua RT 7 RW 6, Yuli Asminarsih menambahkan, untuk warga RT 6 berjumlah 110 orang atau sebanyak 65 KK.

"Sedangkan untuk warga RT 7, berjumlah 75 orang atau sebanyak 31 KK. Semua warga RT 6 dan RT 7, diungsikan di gedung Taman Senaputra," pungkasnya.

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved