Breaking News:

Berita Probolinggo

Harga Bawang Merah Terjun Bebas dan Sepi Pembeli, Pedagang di Probolinggo Gigit Jari: Rugi

Harga bawang merah anjlok dan sepi pembeli, pedagang di Probolinggo gigit jari: Mengalami kerugian jutaan rupiah.

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Danendra Kusuma
Aktivitas pedagang di Pasar Bawang Probolinggo, Kamis (4/11/2021). Saat ini harga bawang anjlok dan sepi pembeli. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Pedagang bawang merah di Probolinggo, Jawa Timur, menjerit.

Betapa tidak, belakangan ini harga bawang merah anjlok.

Bukan hanya itu, dagangan mereka juga sepi pembeli.

Seorang pedagang bawang eceran, Slamet (50) mengatakan, sudah 13 hari dagangannya tidak ada yang membeli kendati harga sedang turun.

Karena sepinya pembeli, beberapa kali bawang merah dagangannya sampai dibiarkan membusuk.

"Selama 13 hari, saya mengalami kerugian Rp 3,9 juta," katanya kepada Tribun Jatim Network, Kamis (4/11/2021).

Pedagang lain, Damanhuri (66) mengungkapkan, biaya pengeluaran untuk tanam dan perawatan bawang merah lebih besar dibanding pendapatan hasil penjualan.

Ia memberi contoh, lahan satu hektare yang ditanami bawah merah membutuhkan biaya tanam dan perawatan Rp 150 juta per bulan. Sedangkan pendapatan selama seminggu terakhir hanya Rp 60 juta.

"Penurunan pendapatan sekitar 50 persen. Harga bawang merah juga sedang turun," paparnya.

Baca juga: Warga Probolinggo Geger dengan Penemuan Jasad Pria di Sungai, Ada Undangan Pernikahan di Saku Celana

Sementara itu, Kepala UPTD Pasar Bawang Dringu Probolinggo, Sutarman Effendi menyebut, harga bawang merah kecil turun menjadi Rp 4.000-Rp 6.000 per kilogram. Normalnya Rp 12.000-13.000 per kilogram.

Untuk harga bawang besar turun menjadi Rp 13.000-Rp 14.000. Normalnya harga bawang merah besar mencapai Rp 25.000-Rp 26.000/kg.

Sedangkan, harga bawang yang super turun menjadi Rp 15.000-Rp 16.000. Sementara harga normal Rp 28.000/kg.

Anjloknya harga bawang merah terjadi mulai 10 hari terakhir.

"Penurunan terjadi karena sepinya pembeli dan musim panen raya secara bersamaan di sejumlah daerah seperti Demak dan Brebes. Penurunan harga diprediksi sampai penghujung tahun atau Desember," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved