Breaking News:

Berita Malang

Sejak Agustus hingga Desember 2021, Ratusan Buruh Rokok di Kota Malang Dapat BLT dari DBHCHT

Sebanyak 300 buruh dari salah satu perusahaan rokok di Kota Malang mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Wali Kota Malang, Sutiaji bersama buruh pabrik di salah satu perusahaan rokok di Kota Malang saat menunjukkan nominal uang yang diterima para buruh dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada Kamis (4/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sebanyak 300 buruh dari salah satu perusahaan rokok di Kota Malang mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada Kamis (4/11/2021).

Bantuan tersebut berupa uang senilai Rp 500 ribu per bulan yang dibagikan selama lima bulan, mulai dari Agustus - Desember 2021.

Total, para buruh ini mendapatkan bantuan senilai Rp 2,5 Juta yang dibagikan dalam dua tahap, yakni Rp 1,5 Juta di tahap awal, dan Rp 1 juta sisanya baru diterima pada awal Desember 2021 mendatang.

Baca juga: Vanessa Angel dan Suaminya Dikabarkan Terlibat Kecelakaan di Tol Jombang, Mobil Ringsek Parah

Wali Kota Malang, Sutiaji yang hadir langsung dalam penyaluran bantuan tersebut mengatakan, bahwa sebenarnya ada 5.662 karyawan/buruh di Kota Malang yang mendapatkan bantuan dari DBHCHT.

Baca juga: Kecelakaan di Tol Kertosono-Caruban Tewaskan Satu Anggota Polisi dari Polsek di Ponorogo

Proses penyalurannya pun dilakukan secara bertahap melalui kerjasama dengan Bank Jatim.

"Total ada 22 pabrik atau perusahaan di Kota Malang yang karyawannya mendapatkan BLT ini. Ini merupakan bukti, bahwa pemerintah sangat memikirkan nasib rakyatnya," ucap Sutiaji.

Baca juga: Rekening Diblokir Selama Setahun Lebih, Pengusaha di Kota Madiun Gugat BRI Rp 25 Miliar

Sutiaji mengatakan, bahwa bantuan DBHCHT ini baru pertama kali diterima oleh Pemerintah Kota Malang di masa pandemi ini.

Kebijakan pemberian bantuan ini tersebut dianggap Sutiaji merupakan hal positif, karena dapat mengurangi beban dari para buruh.

Baca juga: Maling Satroni Perumahan di Kota Madiun, Gondol 8 Sepeda dari 4 Rumah dalam Sehari

"Harapan kami masyarakat harus memahami, bahwa ada perhatian dari pemerintah. Dan sebenarnya bantuan ini ploatingnya untuk Kota Malang. Mungkin ini juga tidak sama dengan daerah lain. Karena ini dana cukai yang prosentasenya sudah dilakukan," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved