Breaking News:

Berita Malang

Polresta Malang Kota Terjunkan Satgas Trauma Healing, Berikan Pendampingan Psikologi Korban Banjir

Dampak hujan deras yang terjadi di Kota Batu pada Kamis (4/11/2021) sore, membuat debit Sungai Brantas meningkat. Akibatnya, sungai tersebut meluap

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.com/ Kukuh Kurniawan
Personel Tim Satgas Malang Raya Trauma Healing (Sama Ramah) Polresta Malang Kota saat mengajak bermain anak pengungsi korban banjir luapan Sungai Brantas di tempat pengungsian aula gedung Taman Wisata Senaputra, Jumat (5/11/2021). 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dampak hujan deras yang terjadi di Kota Batu pada Kamis (4/11/2021) sore, membuat debit Sungai Brantas meningkat.

Akibatnya, sungai tersebut meluap dan membuat bencana banjir di beberapa wilayah Kota Malang.

Para warga yang tinggal di wilayah dekat bantaran Sungai Brantas, langsung diungsikan ke tempat yang aman. Selain menimbulkan kerugian materi, dampak bencana alam tersebut dapat mempengaruhi psikologis korban.

Oleh karena itu, Tim Trauma Healing Polresta Malang Kota langsung diterjunkan di tempat pengungsian.

Tim yang beranggotakan empat personel Polresta Malang Kota, dan dipimpin oleh Aipda Muis dan Aipda Indah Soviyana ini mendatangi para pengungsi satu persatu.

Tim itu memberikan edukasi serta mendengarkan keluh kesah para korban pengungsi. Selain itu, mereka juga mengajak anak-anak pengungsi untuk bermain dan bercerita bersama.

Baca juga: Dukung Mobilitas Warga Desa Cepoko Nganjuk, UUS Maybank Indonesia Hadirkan Jembatan Gantung

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto melalui Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Eko Novianto mengatakan, tim psikologis itu bernama Satgas Malang Raya Trauma Healing (Sama Ramah).

"Tim tersebut memberikan layanan pendampingan psikologi, berupa PFA (Psychological First Aid) kepada korban bencana banjir akibat luapan Sungai Brantas. Selain itu, tim tersebut juga memberikan bantuan fisik sementara berupa makanan dan minuman kepada para pengungsi," ujarnya kepada TribunJatim.com, Jumat (5/11/2021).

Dirinya menjelaskan, pendampingan psikologis dilakukan dengan cara pendekatan yang humanis dan persuasif.

"Banyak diantara pengungsi ini adalah perempuan, lansia, dan anak-anak yang ikut mengungsi dengan perbekalan seadanya. Sehingga, tim trauma healing ini diterjunkan untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para korban pengungsi, agar terhindar dari trauma psikis yang berkepanjangan," bebernya.

Pria yang akrab disapa Eko ini juga menambahkan, bantuan bagi para pengungsi juga terus berdatangan. Selain bantuan family kit dari BPBD Kota Malang, bantuan makanan siap saji dari relawan dan donatur juga terus berdatangan ke tempat pengungsian.

"Dengan berbagai bantuan tersebut, diharapkan dapat meringankan beban para pengungsi," tandasnya.

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved