Breaking News:

Berita Kabupaten Mojokerto

Pemkab Mojokerto Terapkan Kebijakan Pembatasan Kendaraan Ganjil Genap di Kawasan Pariwisata

Pemkab Mojokerto telah menerapkan kebijakan pembatasan kendaraan ganjil genap yang masuk di kawasan pariwisata Pacet dan Trawas.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Mohammad Romadoni
Kawasan pariwisata pemandian air panas Padusan di Pacet, Kabupaten Mojokerto, 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Pemkab Mojokerto menerapkan kebijakan pembatasan kendaraan ganjil genap yang masuk di kawasan pariwisata Pacet dan Trawas.

Kebijakan pembatasan kendaraan ganjil genap tersebut guna mengantisipasi potensi kerumunan menyusul destinasi pariwisata yang kembali beroperasi, seiring penurunan status Kabupaten Mojokerto menjadi PPKM Level 2.

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan, sesuai surat edaran nomor 130/3344/416-012/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 di Kabupaten Mojokerto. Pembatasan kegiatan juga diterapkan termasuk di seluruh tempat-tempat pariwisata.

"Sekarang kita masuk PPKM Level 2 sehingga sudah diizinkan membuka tempat pariwisata tentunya seusai prokes, yakni menerapkan aplikasi PeduliLindungi dan tetap ada pembatasan-pembatasan kapasitas pengunjung," ungkapnya, Sabtu (6/11/2021).

Menurut dia, Satgas Covid-19 bersama Forkopimda telah melakukan koordinasi terkait persiapan pemantauan kawasan wisata di Pacet dan Trawas.

Ikfina juga menyempatkan diri melakukan inspeksi mendadak (sidak) protokol kesehatan (prokes) di dua lokasi wisata, yaitu Petirtaan Jolotundo dan pemandian air panas Padusan Pacet.

Ia memastikan destinasi wisata sudah dilangkapi QR Code aplikasi PeduliLindungi sebagai persyaratan wisata masuk ke lokasi pariwisata.

"Intinya, sudah ada pelonggaran, tetapi kita tetap harus melakukan pengawasan dalam situasi pandemi dan vaksinasi di Kabupaten Mojokerto yang belum 100 persen, sehingga perlu kita waspadai supaya tidak terjadi peningkatan kasus (Covid-19)," jelasnya.

Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo menjelaskan, penerapan pembatasan kendaraan ganjil genap sesuai Imendagri PPKM Level 2 yang diperlakukan untuk mengantisipasi kepadatan di kawasan pariwisata. 

Baca juga: Kronologi Truk Tangki Air Tabrak Dinding Beton hingga Terguling di Trawas Mojokerto, Sopir Meninggal

"Pembatasan kendaraan ganjil genap yang masuk ke kawasan wisata diberlakukan mulai Sabtu-Minggu pukul 14.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB yang sudah diterapkan hari ini," terangnya.

Menurut dia, petugas gabungan Satpol PP, Satlantas Polres Mojokerto, Dinas Perhubungan akan melakukan penyekatan kendaraan ganjil genap di lima titik, yakni Desa Awang-awang Kecamatan Mojosari, Desa Bakalan, Kecamatan Gondang, Desa Kesemen, Kecamatan Ngoro, Desa Seruni, dan Desa Banjartanggul di Kecamatan Pungging.

Sedangkan, pembatasan kendaraan ganjil genap ini dilihat dari angka belakang pelat nomor kendaraan bermotor.

Dia mencontohkan jika hari ini tanggal 6, maka pelat nomor kendaraan genap boleh masuk kawasan pariwisata dan begitupun sebaliknya. Perhitungan jadwal ganjil genap berdasarkan hari kalender Sabtu dan Minggu.

"Walaupun sudah divaksin, namun saat penerapan pembatasan kendaraan ganjil genap yang tidak sesuai jadwal maka tidak diperbolehkan masuk kawasan pariwisata," ucap Amat.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved