Breaking News:

Berita Gresik

Banjir Sungai Kali Lamong, Kawasan Sentra Industri Makanan Ringan Ikut Kebanjiran

Banjir luapan Sungai Kali Lamong mulai surut. Tapi, masih menggenangi beberapa desa di Wilayah Kecamatan Cerme dan Benjeng, Minggu (7/11/2021)

Penulis: Sugiyono | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sugiyono
BANJIR - Kawsan industri makana ringan di Dusun Ngebret Desa Morowudi Kecamatan Cerme kebanjiran dari luapan Sungai Kali Lamong, Minggu (7/11/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Peristiwa banjir luapan Kali Lamong mulai surut. Tapi, masih menggenangi beberapa desa di Wilayah Kecamatan Cerme dan Benjeng, Minggu (7/11/2021).

Termasuk kawasan sentra industri makanan ringan di Desa Morowudi Kecamatan Creme juga terkena banjir. 

Banjir terlihat masih menggenangi jalan raya Morowudi, Kecamatan Cerme, mulai sebelah barat toko pusat oleh-olah sudah tergenang banjir sedalam 10 sentimeter sampai 30 sentimeter lebih. Tapi, banyak pengendara motor yang nekat menerobos banjir, akibatnya kendaraannya menjadi mogok. 

Baca juga: Sopir Vanessa Angel Diperiksa Polisi, Ini Tanggapan Adik Mendiang Bibi: Kita Terusin ke Berwajib

“Sebelah barat Balai Desa Morowudi banjirnya sangat dalam. Sebab, jalannya belum ditinggikan,” kata Suwito (57), warga dusun Kletak, Desa Putarlor, Kecamatan Menganti Gresik saat membantu pengguna jalan melintas di genangan banjir. 

Lebih lanjut Suwito menambahkan, banjir Sungai Kali Lamong di Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng sudah mulai surut, tapi airnya mengalir ke daerah Kecamatan Cerme, sebab daratan rendah.  “Sungai Kali Lamong sudah turun (surut). Air di Jalan Raya ini kiriman dari Benjeng,” katanya. 

Sementara Umi Kulsum, warga Desa Morowudi Kecamatan Cerme mengatakan, akibat banjir Sungai Kali Lamong, banyak usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kebanjiran. Akibatnya, tidak bisa produksi, sebab banjir mulai datang sejak Sabtu malam. 

“Di Sentra industri makanan ringan, Dusun Ngebret Desa Morowudi Kecamatan Cerme semuanya kebanjiran. Ya pasti produksinya terganggu. Warga fokus mengamankan barang-barang agar tidak kebanjiran,” kata Umi Kulsum.

Dampak dari banjir tersebut, pelaku UMKM tidak bisa produksi. Akibatnya, pelanggan tidak bisa membeli dan tidak  mendapat pendapatan. “Mau dapat pemasukan dari mana?, produksi tidak bisa akibat banjir,” kata Umi yang mempunyai usaha membuat minuman sinom. 

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik Tarso Sagito mengatakan, saat ini banjir Sungai Kali Lamong sudah mulai surut. Namun, beberapa desa dan ruas jalan masih tergenang. 

“Banjir mulai surut. Beberapa Desa masih tergenang banjir. Mudah-mudahan, wilayah Mojokerto tidak banjir, sehingga Gresik sebagai wilayah hilir tidak terkena banjir,” kata Tarso. 

Diketahui banjir Sungai Kali Lamong sejak  Jumat (5/11/2021) telah menggenangi 15 Desa di tiga Kecamatan, yaitu Kecamatan Balongpanggang, Benjeng dan Kedamean. Saat ini banjir mengalir ke wilayah Kecamatan Cerme.  (ugy/Sugiyono). 

Kumpulan berita Gresik terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved