Breaking News:

Berita Mojokerto

Dampak Penerapan Ganjil-genap di Kawasan Pariwisata Pacet-Trawas Mojokerto

Kebijakan Pemerintah Daerah terkait penerapan kendaraan ganjil-genap di kawasan pariwisata Pacet-Trawas ternyata berdampak langsung terhadap minat

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Januar
TribunJatim.com/ M Romadoni
Penyekatan kendraaan ganjil-genap di Kecamatan Gondang menurut destinasi pariwisata Pacet. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, M Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO- Kebijakan Pemerintah Daerah terkait penerapan kendaraan ganjil-genap di kawasan pariwisata Pacet-Trawas ternyata berdampak langsung terhadap minat masyarakat yang berkunjung ke destinasi wisata Kabupaten Mojokerto.

Pembatasan kendaraan ganjil-genap PPKM level 2 di kawasan pariwisata Pacet-Trawas tersebut mulai diterapkan pada Sabtu-Minggu mulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Koordinator Wisata Pemandian Air Panas Padusan Pacet, Heru Utomo mengatakan pastinya penerapan ganjil-genap di kawasan pariwisata Pacet-Trawas sangat berdampak terutama terhadap jumlah wisatawan. Apalagi, penerapan ganjil-genap juga bersamaan uji coba pembukaan pariwisata yaitu pembatasan pengunjung wisatawan maksimal 25 persen.

Baca juga: Oleng Hindari Kendaraan dari Arah Berlawanan, Gandengan Gerobak Kereta Kelinci Membentur Pohon

"Kapasitas pemandian air panas Padusan sekitar 2000 orang saat kemarin di sidak Bupati ternyata jumlah wisatawan yang masuk saat itu hanya 200 orang," ungkapnya kepada Surya.co.id, Minggu (7/11/2021).

Heru mengaku disisi lain dampak positif penerapan ganjil-genap dapat menekan potensi kerumunan di kawasan pariwisata Pacet-Trawas terutama saat Weekend. 

Padahal ini adalah kesempatan pariwisata di Kabupaten Mojokerto untuk bangkit menyusul sejumlah objek wisata alam di sejumlah tempat belum beroperasi normal. 

"Kalau peningkatan masih belum dapat kita lihat secara signifikan namun saat Weekend tadi malam jumlah pengunjung masih sangat dibawah normal dari kapasitas 25 persen kita bisa penuhi sekitar 500 wisatawan itupun secara estafet," bebernya.

Menurut dia, pihaknya berharap penerapan ganjil-genap di kawasan pariwisata ini segera berakhir agar masyarakat tidak takut untuk berwisata di Kabupaten Mojokerto

"Sesuai SE Bupati penerapan ganjil-genap di kawasan pariwisata diberlakukan sampai 15 November namun kepastiannya berpotensi diperpanjang," ucap Heru. 

Sebelumnya, sesuai surat edaran Bupati Mojokerto nomor 130/3344/416-012/2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat Level 2 di Kabupaten Mojokerto dan penerapan ganjil-genap di kawasan pariwisata Pacet-Trawas, pada Sabtu (6/11/2021).

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menyatakan penurunan PPKM lebel 2 
sudah ada pelonggaran namun tetap harus dilakukan pengawasan dalam situasi Pandemi.

Pasalnya, capaian vaksinasi di Kabupaten Mojokerto yang belum 100 persen sehingga perlu waspada agar tidak terjadi peningkatan kasus Covid-19.

Ada lima pos penyekatan kendraaan ganjil-genap yakni Desa Awang-awang Kecamatan Mojosari, Desa Bakalan Kecamatan Gondang, Desa Kesemen Kecamatan Ngoro, Desa Seruni dan Desa Banjartanggul di Kecamatan Pungging. (don/ Mohammad Romadoni).

Kumpulan berita Mojokerto terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved