Breaking News:

Berita Arema FC

Eduardo Almeida Akui Kartu Merah Dendi Santoso Jadi Malapetaka bagi Arema FC Saat Lawan Persebaya

Pelatih Eduardo Almeida mengakui kartu merah yang didapatkan Dendi Santoso menjadi malapetaka bagi Arema FC saat melawan Persebaya Surabaya.

Penulis: Dya Ayu | Editor: Dwi Prastika
Media Officer Arema FC
Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pada lanjutan Liga 1 2021, di Stadion Manahan Solo, Sabtu (6/11/2021) malam. 

Bahkan hal itu diakui Pelatih Arema FC, Eduardo Almeida.

Eduardo mengatakan, kegagalan tersebut tak lepas dari kartu merah yang didapat Dendi Santoso.

"Saya rasa momen yang menentukan pada pertandingan ini adalah kartu merah. Segalanya berubah sejak saat itu. Kami tampil luar biasa pada babak pertama. Kami berhasil unggul dua gol dari Persebaya. Tapi kartu merah yang didapat Dendi berdampak pada semua hal. Itu membuat kami harus menyesuaikan permainan dengan lawan dan menyusun strategi untuk bertahan," kata Eduardo Almeida, Minggu (7/11/2021).

Lebih lanjut pelatih asal Portugal itu menjelaskan, sejatinya ia telah mencoba menerapkan strategi baru untuk menutup kekalahan jumlah pemain timnya, namun tak berhasil. 

Gawang Arema FC justru terbobol lewat gol roket Marselino Ferdinan menit-70.

"Sebenarnya kami sudah berusaha menjalankan strategi lain, termasuk dengan melakukan serangan balik. Tapi kami terbobol lewat gol kedua Persebaya. Sebenarnya pada pertandingan lawan Persebaya kemarin, saya lihat ada pemain lain yang juga melakukan dua pelanggaran seperti Dendi, tapi tak mendapat kartu merah. Namun, kita harus menerima keputusan wasit," jelas mantan pelatih Semen Padang itu.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved