Breaking News:

Berita Kota Kediri

Tradisi Makan Nasi Liwetan, Cara Santri Kota Kediri untuk Menjalin Kebersamaan

Tradisi makan nasi Liwetan bersama-sama menjadi cara santri Kota Kediri untuk menjalin kebersamaan.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Didik Mashudi
Para kiai pengasuh pondok pesantren menghadiri tradisi makan nasi Liwetan di Ponpes Al Amien, Kota Kediri, Sabtu (6/11/2021) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri PCNU Kota Kediri dimeriahkan dengan tradisi Liwetan atau makan nasi bersama-sama di atas daun pisang, di Aula Pondok Pesantren Al Amien Kediri, Sabtu (6/11/2021) malam.

Kegiatan ini dihadiri para pengasuh pondok pesantren di antaranya, Gus Lik, Gus Reza, KH Abu Bakar Abdul Jalil, serta pengurus cabang dan ranting Nahdlatul Ulama (NU) se-Kota Kediri.

Pada acara itu disampaikan tausiyah oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Amien Kediri, KH Anwar Iskandar.

Kegiatan Liwetan di kalangan pondok pesantren sempat vakum saat pandemi Covid-19 (virus Corona) dan Kota Kediri berada di PPKM Level 4.

Setelah levelnya turun dan masyarakat telah mendapatkan vaksinasi Covid-19, kegiatan Liwetan kembali digelar.

Pada tradisi Liwetan, para santri dan pengasuhnya makan bersama sambil duduk lesehan. Nasi Liwetan ini terdiri lauk pauk ayam, telur, sayur urap, dan sambal goreng.

Para undangan terlihat akrab dan menikmati nasi liwet bersama-sama dengan duduk lesehan melingkar. Menyantap nasi liwet bersama-sama dirasakan sangat nikmat.

Ketua PCNU Kota Kediri, KH Abu Bakar Abdul Jalil menjelaskan, Liwetan merupakan tradisi dan ciri khas cara makan santri di pondok pesantren.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai akhir dari rangkaian peringatan Hari Santri yang digelar PCNU Kota Kediri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved