Breaking News:

Berita Malang

Angka Pelanggaran Lalu Lintas di Kota Malang Masih Tinggi, Sepekan Sidangkan 300 Pelanggar

Angka pelanggaran lalu lintas di Kota Malang masih terhitung cukup tinggi. Hal itu terbukti dari jumlah pelanggar yang mengikuti sidang tilang, yang d

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.com/ Kukuh Kurniawan
Ilustrasi - Razia balapan liar di Malang 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Angka pelanggaran lalu lintas di Kota Malang masih terhitung cukup tinggi. Hal itu terbukti dari jumlah pelanggar yang mengikuti sidang tilang, yang digelar oleh Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Malang dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang.

Di pekan pertama November 2021, tercatat ada 388 pelanggar yang dijadwalkan mengikuti sidang. Dari jumlah tersebut, 236 pelanggar menjalani sidang secara online melalui laman tilang.kejaksaan.go.id.

Kasi Pidum Kejari Kota Malang, Kusbiantoro mengatakan, bahwa pihaknya saat ini menghimpun pelanggar tersebut dari limpahan Satlantas Polresta Malang Kota.

Dari penindakan yang dilakukan oleh Satlantas Polresta Malang Kota, pihak Kejari berperan sebagai JPU dalam sidang tilang bersama dengan majelis hakim dari PN Kelas IA Malang.

Baca juga: Penyegaran Organisasi, Kasat Intelkam Polresta Malang Kota dan Kapolsek Blimbing Resmi Berganti

"Memang, pelanggar di Kota Malang ini masih cukup tinggi. Setiap minggu itu bisa mencapai 100 hingga 400 pelanggar yang ikut sidang. Dan mereka kami sidangkan secara online, untuk adaptasi di masa pandemi seperti saat ini," ujarnya kepada TribunJatim.com, Senin (8/11/2021).

Dirinya menjelaskan untuk besaran denda yang dijatuhkan, nantinya berdasarkan data dan fakta yang didapatkan oleh JPU. Sehingga, besarannya juga beragam sesuai dengan bobot dan jenis pelanggarannya.

Baca juga: Berhenti Jadi Guru, Pria Ponorogo Raup Omzet Puluhan Juta Berkat Olah Limbah Kayu Jadi Busur Panah

Di pekan pertama Bulan November 2021 ini, tercatat sebanyak Rp. 28,614 juta denda yang diserahkan ke negara. Uang tersebut menjadi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), yang diserahkan oleh Kejari Kota Malang ke negara.

Sedangkan di bulan Oktober 2021, tercatat sebanyak 1.456 pelanggar yang menjalani sidang tilang. Dari jumlah tersebut, Kejari Kota Malang berhasil menyetorkan sebanyak Rp. 172 juta kepada negara.

Baca juga: Ditinggal Salat Ashar, Tas Milik Jemaah Masjid Agung Jami Kota Malang Hilang

"Kami mengimbau kepada masyarakat, apabila memang terkena sanksi tilang maka tolong bisa segera diproses. Karena nantinya, uang tersebut akan masuk ke negara dan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk fasilitas-fasilitas yang dapat dinikmati secara umum," ungkapnya.

Dirinya berharap masyarakat bisa segera memproses sanksi tilang, yang bisa diakses secara terbuka di laman E-tilang milik Kejaksaan.

"Karena dengan segera melunasi denda tilang, bisa mendorong pendapatan negara," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved