Breaking News:

Berita Trenggalek

Belanja Modal APBD Trenggalek 2022 Diproyeksi Naik, Mas Ipin Optimistis Pembangunan Jalan Maksimal

Belanja modal APBD Trenggalek 2022 diproyeksikan naik, Bupati Mas Ipin optimistis pembangunan jalan dan jembatan lebih maksimal.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Aflahul Abidin
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Trenggalek, Senin (8/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Belanja modal pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022 Kabupaten Trenggalek diproyeksikan naik dibanding tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, APBD Kabupaten Trenggalek 2022 diproyeksikan sebesar Rp 2,054 triliun.

Dari jumlah itu, nilai belanja daerah meningkat 1,05 persen dari APBD 2021. Belanja modal yang tertulis dalam R-APBD 2022 senilai Rp 433,5 miliar.

Kenaikan itu bersumber dari dana alokasi fisik Rp 40 miliar dan alokasi pinjaman Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Dengan postur demikian, pembangunan proyek infrastruktur di Kabupaten Trenggalek akan lebih masif dibanding dua tahun terakhir.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengaku optimistis dengan program pembangunan pada tahun depan.

"Gambarannya secara umum kami melihat APBD 2022 ini lebih optimistis. Belanja modal kita dari tahun yang lalu lebih tinggi, disebabkan oleh pinjaman daerah," kata bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu saat rapat paripurna dengan DPRD Kabupaten Trenggalek, Senin (8/11/2021).

Dengan adanya dana pinjaman, kata dia, fasilitas jalan dan jembatan bisa terbangun pada tahun depan.

Sebelumnya, banyak jalan dan jembatan yang gagal terbangun karena pengalihan anggaran untuk penanganan Covid-19 (virus Corona).

Baca juga: Dorong Pemberdayaan Perempuan di Trenggalek Lewat UP2K, Novita Hardini: Bagus jika Maju Bersama

"Sementara dari sistem kesehatan, pasti lebih kuat dengan adanya penambahan fasilitas kesehatan di RSUD dr Soedomo," ujarnya.

Di sisi lain, Mas Ipin menyebut, pemkab telah melakukan penghematan dengan memangkas belanja makan minum dan sejenisnya lebih dari 20 persen.

"Saya sampaikan bawasannya belanja makan minum dan sebagainya, kita melakukan penghematan yang cukup besar, di atas 20 persen. Ini bentuk empati kami yang ada di kabupaten untuk melakukan belanja yang serapannya langsung dirasakan oleh masyarakat," tuturnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved