Breaking News:

Berita Trenggalek

Layanan Pemberdayaan Lansia di Trenggalek Masuk Top 45 Inovasi Nasional

Salah satu inovasi yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Trenggalek masuk dalam Top 45 inovasi nasional.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/aflahul abidin
Wakil Bupati Trenggalek Syah M Natanegara bersama para pejabat pemkab menunjukkan penghargaan Top 45 Inovasi Nasional, Selasa (9/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Salah satu inovasi yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Trenggalek masuk dalam Top 45 inovasi nasional.

Inovasi tersebut, yakni layanan Kenek Beraksi, yang merupakan akronim dari kakek nenek bersama awasi kesehatan generasi.

Penghargaan untuk masuknya inovasi tersebut dalam Top 45 inovasi nasional diserahkan secara virtual oleh Kementerian PAN-RB kepada Pemkab Trenggalek, Selasa (9/11/2021).

Kenek Beraksi merupakan layanan yang digagas oleh UPTD Puskesmas Trenggalek.

Inovasi ini setidaknya berupa tiga kegaitan yang berfokus pada bina nenek-kakek, pantau cucu, dan pantau ibu hamil.

Dengan fokus itu, inovasi ini diharapkan mampu mencegah balita stunting, gizi buruk pada balita, dan kematian ibu serta kematian neotanal.

Wakil Bupati Trenggalek Syah M Natanegara, usai menerima penghargaan itu secara virtual, Selasa (9/11/2021), mengatakan, penghargaan atas inovasi dari Kabupaten Trenggalek adalah stimulus untuk membentuk inovasi-inovasi lain.

“Saya berharap ini bisa dipertahankan dan bisa merangsang inovasi-inovasi yang lain dalam bentuk pelayanan publik,” kata Syah.

Tak hanya di UPTD Puskesmas Trenggalek yang merupakan bagian dari Dinas Kesehatan, Syah juga berharap inovasi-inovasi lain bisa muncul dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di Kabupaten Trenggalek.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Trenggalek Andiek Muarifin mengatakan, Kenek Beraksi merupakan inovasi yang dijalankan sejak 2018.

Lewat program ini, pihaknya mendorong para lansia untuk turut peduli kepada anggota keluarga satu rumah.

“Lewat program pantau cucu, kami memberdayakan lansia untuk memantau cucunya terkait pola makan. Sementara lewat pantau ibu hamil, kami mendorong memberdayakan para lansia agar turut memantau perkembangan ibu hamil yang ada di rumah masing-masing terkait konsumsi tablet tambah darah,” ujar dia.

Agar dapat memantau secara maksimal, Puskesmas Trenggalek membekali mereka dengan ilmu-ilmu terkini melalui program pembinaan nenek-kakek.

“Sebulan sekali saat posyandu lansia, kami yang dibantu oleh para kader memantau jalannya program ini,” sambung Andiek.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved