Breaking News:

Berita Kota Blitar

Pulihkan Ekonomi, Pemkot Blitar Gelar Sosialisasi Prospek Ekspor Hasil Produk UMKM

Dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN), Pemkot Blitar gelar sosialisasi prospek ekspor hasil produk UMKM.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Samsul Hadi
Sekda Kota Blitar, Priyo Suhartono membuka sosialisasi bertema Prospek Ekspor Hasil Produk UMKM Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Senin (8/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Samsul Hadi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Pemkot Blitar melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Blitar menggelar sosialisasi bertema Prospek Ekspor Hasil Produk UMKM Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Senin (8/11/2021). 

Sosialisasi itu diikuti para pelaku UMKM di Kota Blitar. 

Kegiatan sosialisasi menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kota Blitar tahun 2021. 

Acara dibuka oleh Sekda Kota Blitar, Priyo Suhartono dan Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Blitar, Sad Sasmintarti

Sosialisasi itu juga menghadirkan narasumber dari Kantor Bea dan Cukai Blitar yang menjelaskan soal aturan perdagangan kaitannya dengan pajak atau cukai. 

Sekda Kota Blitar, Priyo Suhartono mengatakan, dibutuhkan program yang bisa mendorong para pelaku UMKM agar tetap berdaya di masa pandemi Covid-19 (virus Corona).

Misalnya, program belanja di warung tetangga yang digagas Kementerian Koperasi.

Dengan program itu setidaknya bisa membuat bangkit usaha kecil yang terdampak pandemi Covid-19.

"Belanja di warung tetangga setidaknya ikut menghidupkan ekonomi lokal," kata Priyo.

Selain itu, kata Priyo, ada tiga sektor yang bisa menjadi peluang ekspor bagi pelaku UMKM.

Di antarnya produk makanan dan minuman, fashion, dan furniture atau kerajinan. 

"Pemkot Blitar sudah menindaklanjuti dengan menggelar pelatihan dan trik pemasaran. Mudah-mudahan bisa diserap dan bermanfaat agar UMKM tetap berdaya," ujarnya. 

Menurutnya, dalam kegiatan sosialisasi ini dijelaskan dengan detail soal potensi pasar. Utamanya pangsa pasar ekspor mulai kerajinan, fashion, dan lainnya. 

"Sosialisasi digelar agar peserta mendapatkan gambaran produk apa yang lagi booming atau diminati pasar. Dan puncaknya peserta bisa mandiri, mampu bersaing dengan kompetitor. Targetnya bisa memulihkan ekonomi tingkat bawah," ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved