Breaking News:

Berita Blitar

Disparbud Kota Blitar Sosialisasi Soal Cukai kepada Pelaku Wisata

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Blitar menggelar sosialisasi ketentuan di bidang cukai kepada para pelaku pariwisata, Senin (8/11/202

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/samsul hadi
Disparbud Kota Blitar menggelar sosialisasi ketentuan di bidang cukai kepada para pelaku pariwisata, Senin (8/11/2021) 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Blitar menggelar sosialisasi ketentuan di bidang cukai kepada para pelaku pariwisata, Senin (8/11/2021). 

Sosialisasi ketentuan di bidang cukai itu mengambil tema Fasilitasi Bea Cukai  Dukung Industri Pariwisata di Kota Blitar

Plt Kepala Disparbud Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono mengatakan kegiatan itu menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

"Karena mendapat anggaran dari DBHCHT, Disparbud melaksanakan tugas untuk sosialisasi UU Bea Cukai dengan tema Bea Cukai Mendukung Industri Pariwisata di Kota Blitar," kata Tri Iman. 

Baca juga: Kantor Bea Cukai Blitar Optimalkan Pelayanan Pengurusan Pita Cukai

Dikatakannya, salah satu pertimbangan Disparbud mendapat anggaran DBHCHT karena yang paling terdampak dari pandemi Covid-19 adalah pariwisata. 

"Kami diberi anggaran untuk menyemangati dan memanaskan kembali kegiatan di pariwisata dan kebudayaan," ujarnya. 

Menurutnya, kegiatan pariwisata dan kebudayaan sudah dimulai laga setelah Kota Blitar masuk PPKM Level 1.

Dia berharap, dengan kegiatan sosialisasi ini, para pelaku pariwisata ikut mengimbau penggunaan rokok dengan cukai resmi.

"Selain itu, destinasi wisata yang sudah hidup diharapkan mulai melakukan promo dan sosialisasi lagi agar pengunjung meningkat, tapi tetap menerapkan prokes ketat," katanya. 

Menurutnya, di hari yang sama juga dilaksanakan kegiatan latihan penjor dan latihan videografi.

Pelatihan videografi pesertanya dari kampung wisata dan destinasi wisata di Kota Blitar.

Sedang pelatihan penjor diikuti perwakilan dari 21 kelurahan di Kota Blitar.

"Pelatihan penjor ini untuk melestarikan tradisi penjor saat ada acara besar. Sekarang pelaku penjor mulai berkurang, Pemkot Blitar menganggap penting melakukan pembelajaran penjor lagi," katanya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved