Breaking News:

Berita Nganjuk

Gelar Bakti Sosial, DPPKB Beri Pelayanan MOP dan MOW Gratis untuk Peserta KB di Nganjuk

Gelar kegiatan bakti sosial, DPPKB berikan pelayanan MOP dan MOW gratis untuk peserta KB di Nganjuk. Kegiatan dipusatkan di RSUD Kertosono.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Kegiatan baksos DPPKB Nganjuk yang dipusatkan di RSUD Kertosono dengan memberikan pelayanan MOP dan MOW untuk peserta KB, Selasa (9/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Nganjuk berikan pelayanan KB Metode Operasi Pria (MOP) dan Metode Operasi Wanita (MOW) gratis.

Hal itu dilakukan melalui kegiatan bakti sosial (baksos) dalam rangka Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia dan Hari Kesehatan Nasional 2021.

Kepala DPPKB Kabupaten Nganjuk, Widyasti Sidhartini mengatakan, kegiatan baksos tersebut merupakan agenda rutin tahunan. Hanya saja untuk tahun ini pelaksanaan kegiatan baksos dipusatkan di RSUD Kertosono Kabupaten Nganjuk.

"Kegiatan baksos pelayanan KB ini sendiri diadakan serentak di seluruh Indonesia, yang salah satunya di Kabupaten Nganjuk ini, dan diikuti sebanyak 246 peserta. 20 orang di antaranya adalah MOP, dan sisanya adalah MOW," kata Widyasti Sidhartini, Selasa (9/11/2021).

Dijelaskan Widyasti Sidhartini, untuk sebatang implan bagi wanita yang mendapatkan MOP dipastikan akan mencegah terjadinya kehamilan selama sekitar tiga tahun. Sedangkan implan MOP bagi pria jangka waktunya akan seumur hidup.

Karena itu, persyaratan khusus untuk pemasangan MOP yaitu minimal telah memiliki dua anak dan tidak mempunyai anak di bawah lima tahun (balita).

"Untuk itu, tentunya sudah ada persetujuan antara suami dan istri sebelum memasang implan MOP. Karena secara umum setiap calon peserta harus secara sukarela tanpa paksaan menerima pelayanan tersebut,” ucap Widyasti Sidhartini.

Selain itu, ungkap Widyasti Sidhartini, persyaratan lain pemasangan MOP yakni penerima harus sehat. Dengan demikian calon penerima MOP harus diperiksa terlebih dahulu di puskesmas atau rumah sakit.

Sementara itu, menurut Widyasti Sidhartini, kegiatan yang digelar dalam rangka Peringatan Hari Kontrasepsi Seduia dan Hari Kesehatan Nasional tersebut, DPPKB tidak hanya memberikan pelayanan gratis untuk warga peserta MOP ataupun MOW, namun para peserta yang mengikuti baksos juga mendapat bantuan akomodasi, yakni untuk peserta MOP sebesar Rp 1 juta, dan peserta MOW sebesar Rp 300 ribu.

"Ini merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada para peserta yang sudah melaksanakan pelayanan KB. Dan ini merupakan upaya yang tepat dalam menekan laju pertumbuhan penduduk, serta menurunkan risiko terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan," tutur Widyastini Sidhartini.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved