Breaking News:

Berita Banyuwangi

Dibuka Bupati Ipuk Fiestiandani, Banyuwangi Geber Festival Bedah Rumah, Sasar 327 RTLH

Dibuka Bupati Ipuk Fiestiandani di Dusun Labansukadi, Banyuwangi geber Festival Bedah Rumah, sasar 327 rumah tak layak huni (RTLH).

Penulis: Haorrahman | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani membuka Festival Bedah Rumah di Dusun Labansukadi, Desa Labanasem, Kecamatan Kabat, Rabu (10/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Haorrahman

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi menggelar Festival Bedah Rumah yang diluncurkan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani di Dusun Labansukadi, Desa Labanasem, Kecamatan Kabat, Rabu (10/11/2021).

Peluncuran ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Ipuk. Festival ini menyasar ratusan rumah tak layak huni di seluruh Banyuwangi.

"Festival bedah rumah ini sudah ada tahun 2015. Kali ini kami selenggarakan kembali untuk menggugah kebersamaan di tengah masa pandemi Covid-19 ini," ungkap Ipuk saat membuka program tersebut.

Ada 327 rumah tak layak huni (RTLH) yang akan diperbaiki selama November-Desember. Hal ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan hari jadi ke-250 Kabupaten Banyuwangi.

Pembiayaannya ditanggung secara kroyokan. Mulai dari Baznas, APBDes, CSR, ASN Peduli, hingga gotong royong swadaya masyarakat.

"Kami ingin ada keterlibatan semua sektor. Tidak hanya mengandalkan APBD. Tapi, kolektif semua pihak. Semua masyarakat terlibat, gotong royong bersama," terang Ipuk.

Ipuk menerangkan, pada 2021 ini hingga November, di Banyuwangi tak kurang dari 1.252 unit rumah telah dibedah dengan total anggaran mencapai Rp 25 miliar. Hal ini disalurkan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Dana Alokasi Khusus (DAK), TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), maupun program Bupati Ngantor di Desa. 

"Dengan Festival Bedah Rumah ini, akan semakin memperluas sasaran yang selama ini telah dilakukan oleh pemerintah. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama untuk mensukseskan program ini," imbuh Ipuk.

Salah satu penerima program bedah rumah, Hanifi (61), mengaku senang. Sebagai seorang buruh tani dan serabutan, ia yang tinggal dengan istrinya tak memiliki bayangan dapat memperbaiki rumahnya yang sudah rusak parah.

Baca juga: Kenalkan Kelezatan Durian Songgon, Banyuwangi Hadirkan Atraksi Musik Jazz di Belantara Kebun Durian

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved