Breaking News:

Berita Gresik

Adanya Normalisasi Kali Lamong, Desa Langganan Banjir di Cerme Mulai Bernafas Lega

Desa langganan banjir di Gresik khususnya di Kecamatan Cerme mengaku lega karena tidak terdampak banjir luapan Kali Lamong karena adanya normalisasi

Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Willy Abraham
Ekskavator keruk Kali Lamong di Desa Bulangkulon, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Desa langganan banjir di Gresik khususnya di Kecamatan Cerme mengaku lega karena tidak terdampak banjir luapan Kali Lamong karena adanya normalisasi Kali Lamong yang sedang berlangsung.

Di samping itu, Pemerintah Kabupaten Gresik mengebut pengerukan sungai Kali Lamong di sejumlah titik. 

Salah satu desa yang selalu terdampak banjir adalah Desa Jono. Ketinggian air di Desa Jono jika banjir besar tiba bisa mencapai 1 meter lebih. 

Pada banjir luapan Kali Lamong pada awal bulan November, Desa Jono sejatinya bersiap menerima banjir kiriman. Seperti biasanya, jika di Wilayah Balongpanggang, Benjeng dan Desa Cermen di Kecamatan Kedamean terdampak banjir besar, otomatis air akan menuju wilayah Cerme yang merupakan wilayah hilir dan terjadi banjir. 

Kepala Desa Jono, Asrun mengatakan setiap banjir Kali Lamong dia selalu bersama warga patroli hingga pukul 03.00 dinihari. Melihat jika ada tanggul jebol. Langsung dilakukan kerja bakti. Maklum, tanggul di desa Jono hanya urukan sedimentasi yang mengguning di tepi sungai. 

Baca juga: Viral Video Curanmor Milik Guru TK di Probolinggo Terekam CCTV

"Kemarin air sampai penuh tapi tidak meluber apalagi banjir. Terimaksih sudah membuat tanggul parapet di desa Jono. Biasanya setiap tahun banjir besar. Semakin tahun semakin besar banjir di Desa Jono. Sekarang sedang dibangun tanggul parapet agak tidak khawatir. Semoga sampai puncak musim penghujan tidak terjadi banjir lagi," ucap Asrun.

Karena sering langganan banjir, kata Asrun mungkin karena sedang gencar pengerukan di beberapa titik Kali Lamong. Kemudian di Desa Jono dan Tambak Beras sedang dikebut pembuatan tanggul parapet oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. 

"Kalau tidak ada itu kewalahan, bisa jadi kebanjiran lagi. Pengerukan dan normalisasi berpengaruh sekali. Ditambah lagi arusnya lebih cepat surut. Dari hilirnya ini di Desa Jono dan Tambak Beras dinormalisasi, terus dinormalisasi di atas hilirnya bertahap," paparnya. 

Setidaknya, warga Desa Jono bisa sedikit bernafas lega dengan mitigasi bencana yang dilakukan oleh BBWS Bengawan Solo dan Pemkab Gresik yang terus berjalan untuk menanggulangi bencana banjir tahunan yang terus terjadi setiap tahun. Hal yang sama juga dirasakan oleh Desa Iker-iker Geger, Kecamatan Cerme

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved