Breaking News:

Berita Probolinggo

BPBD Probolinggo Lakukan Kesiapan dan Pencegahan Bencana di Musim Penghujan

BPBD Probolinggo melakukan kesiapan dan pencegahan bencana di musim penghujan, mulai meratakan tebing hingga normalisasi.

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Danendra Kusuma
Kantor BPBD Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (11/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Belakangan ini, wilayah Probolinggo, Jawa Timur, kerap diguyur hujan.

Ada sejumlah bencana yang harus diwaspadai kala musim penghujan tiba, antara lain angin kencang atau puting beliung, tanah longsor, dan banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo pun mulai bersiaga dan melakukan upaya pencegahan. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo, Sugeng Suprisayoga mengatakan, upaya yang telah dilakukan dalam mencegah bencana longsor adalah meratakan tebing dengan kemiringan 45 derajat secara kerja bakti. 

Selain itu, menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat menanam tanaman penyerap air di lokasi rawan longsor. 

"Kami juga telah melakukan perampingan pohon sebagai antisipasi pohon tumbang karena angin kencang," katanya, Kamis (11/11/2021). 

Sugeng melanjutkan, sejumlah aliran sungai perlu dinormalisasi. Sebab, terpantau dangkal karena sedimen. Hal tersebut bisa jadi pemicu terjadinya banjir

"Sungai yang perlu dinormalisasi, salah satunya Sungai Kedung Dalem. Kami sudah berkoordinasi dengan Pemprov Jatim terkait normalisasi sungai. Sungai alternatif buangan juga harus dibersihkan," paparnya. 

"Kami juga mengimbau agar masyarakat membersihkan drainase dari endapan tanah dan sampah. Itu agar aliran air tak tersumbat," imbuhnya. 

Baca juga: Ilalang di Lahan Kosong Probolinggo Terbakar, Api Nyaris Merembet ke Rumah Warga

BPBD menyiagakan petugas untuk berjaga di beberapa dam. Nantinya, petugas tersebut akan menginformasikan ketinggian debit air. Personel Destana pun bersiaga. 

"Bila hujan sudah turun dengan intensitas tinggi sampai satu jam lebih, kami harus waspada bencana banjir. Pemukiman di daerah rawan banjir harus dikosongkan," ungkapnya. 

Sementara Sugeng menyebutkan, kondisi empat early warning system (EWS) saat ini rusak. EWS tersebut segera diperbaiki. 

"Seluruh perlengkapan kebencanaan dalam rangka evakuasi dan penyelesaian kebencanaan sudah disiapkan," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved