Breaking News:

Berita Malang

Dispendukcapil Kota Malang Gratiskan Biaya Pengurusan Dokumen Warga Terdampak Banjir

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang melakukan respon cepat, terkait pengurusan beberapa dokumen penting seperti Kartu

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Benni Indo
Ilustrasi - Proses evakuasi material untuk mencari keberadaan Fery dan anaknya yang dilaporkan terpendam di Dusun Gintung, Desa Bulukerto, Kota Batu, Kamis (4/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang melakukan respon cepat, terkait pengurusan beberapa dokumen penting seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) milik warga yang hilang karena banjir luapan Sungai Brantas.

Kepala Dispendukcapil Kota Malang, Eny Hari Sutiarny melalui Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) dan Pemanfaatan Data Dispendukcapil Kota Malang Sudarmanto mengatakan, bahwa pihaknya akan memfasilitasi dokumen kependudukan milik warga korban banjir luapan Sungai Brantas.

Baca juga: Kafe di Kota Malang Dibobol Maling, Pelaku Curi Uang Tunai dan Berbagai Peralatan Kopi

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan anggota DPRD Kota Malang. Rencana, kami akan turun ke lapangan cuma waktunya yang belum, tapi yang jelas Dispendukcapil siap untuk membantu," ujarnya kepada TribunJatim.com, Minggu (14/11/2021).

Dirinya menjelaskan dalam pendataan tersebut, warga di kawasan yang terdampak banjir akan ditanya mengenai dokumen-dokumen pribadi apa saja yang hilang. 

Baca juga: Curhat Pilu Pedagang di Pasar Sayur Kota Batu: di Rumah Tak Ada Kegiatan, ke Pasar Sepi Pembeli

Kemudian, warga diminta untuk menunjukkan bukti kepemilikan dengan fotokopi KTP atau KK yang masih ada. Pasalnya untuk menyeleksi identitas warga, Dispendukcapil Kota Malang membutuhkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Baca juga: Ada Silang Pendapat Soal Kondisi Hutan Antara Bupati Malang dengan Aktivis Lingkungan

"Apabila warga terdampak banjir hanya mengingat nama tanpa memiliki fotokopi atau mengingat NIK nya, petugas kami akan melakukan pengecekan biometrik untuk pencarian data warga tersebut. Satu orang kita cek biometrik, maka satu keluarga akan ketemu semua datanya," jelasnya.

Apabila data sudah ditemukan dengan lengkap, petugas Dispendukcapil Kota Malang akan mencari kelengkapan lainnya berdasarkan database yang dimiliki oleh Dispendukcapil Kota Malang.

Namun pihaknya mengimbau, untuk pengurusan dokumen pribadi seperti KTP maupun KK dapat diurus secara berkelompok.

"Kalau bisa itu melalui kelompok, baik itu RT/RW atau Kelurahan biar lebih mudah. Daripada perorangan satu persatu," tambahnya.

Dirinya juga menambahkan, mengenai biaya pengurusan dokumen kependudukan tersebut, pihaknya menegaskan bahwa baik terjadi banjir ataupun tidak, biaya pengurusan dokumen bersifat gratis.

"Kena banjir atau tidak kena banjir, sudah gratis semua. Tidak ada biaya sama sekali," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved