Breaking News:

Berita Lumajang

Status 3 Orang yang Diduga Selewengkan Pupuk Subsidi di Lumajang Masih Saksi, Ini Penjelasan Polisi

Satreskrim Polres Lumajang telah memeriksa tiga orang dalam kasus dugaan penyelewengan pupuk bersubsudi di Desa Kebonan, Kecamatan Klakah, Lumajang.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Ndaru Wijayanto
Surya/Tony Hermawan
Polisi ketika menggrebek kios Amanah di Desa Kebonan, Kecamatan Klakah karena diduga sang pemilik menimbun pupuk bersubsidi. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Satreskrim Polres Lumajang telah memeriksa tiga orang dalam kasus dugaan penyelewengan pupuk bersubsudi di Desa Kebonan, Kecamatan Klakah, Lumajang.

Setelah sebelumnya polisi mengamankan dua orang yakni Jamalludin (43) pemilik kios dan sopirnya, Agus Suprayitno (44).

Kini polisi juga memeriksa satu orang baru dalam dugaan kasus penyelewengan pupuk. Satu orang itu berperan sebagai sopir yang bertugas dalam pengadaan pupuk bersubsidi dari Pulau Madura.

Meski tiga orang telah menjalani pemeriksaan, namun hingga kini polisi belum menetapkan tersangka. Padahal tiga orang itu sudah dilakukan pemeriksaan selama 1x24 jam. Hingga kini, status mereka masih sebagai saksi.

Baca juga: Dugaan Penyelewengan Pupuk Subsidi di Lumajang, Polisi Temukan 15 Ton Pupuk Dijual di Atas HET

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Fajar Bangkit Utomo mengatakan, penetapan tersangka belum dilakukan karena kasus ini masih minim alat bukti. Menurutnya, polisi masih perlu mendalami pengakuan mereka sebelumnya akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

"Masih kurang alat bukti untuk menjadikan tersangka. Karena polisi masih menghimpun pengakuan dari 3 orang saja, harus ada alat bukti lain untuk bisa menaikkan status saksi menjadi tersangka," kata AKP Fajar.

Dikatakan AKP Fajar, lantaran masih dalam berstatus saksi ketiga orang itu belum dilakukan penahanan.

Namun, mereka wajib mendatangi Kantor Satreskrim Polres Lumajang jika sewaktu-waktu kehadirannya diperlukan dalam agenda pemeriksaan.

"Kami pulangkan dulu karena pemeriksaan memerlukan waktu lebih 24 jam, nanti kalau yang bersangkutan diperlukan kami panggil lagi," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Tim Resmob Polres Lumajang melakukan penggerebekan kios pupuk pada Jum’at (12/11/21) malam lalu.

Penggerebekan ini dilakukan karena rumah milik Jamaluddin digunakan untuk menimbun pupuk bersubsidi.

Selain rumah, ternyata Jamal diketahui juga menimbun pupuk di dua gudang lain. Yakni di kios dan gudang yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah Jamal. Hingga kini terkumpul ada 15 ton pupuk jeniz ZA, urea, dan petroganik yang diamankan polisi.

Ironinya, ditengarai pemilik kios menjual pupuk sebanyak 15 ton tersebut di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Pupuk ZA yang hanya Rp85.000 ribu per 50 kilogram, dijual seharga Rp152.000 ribu.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved