Breaking News:

Berita Surabaya

Satgas Covid 19 Surabaya Ingatkan Agar Masyarakat Tak Lengah Prokes, Kasus Cenderung Fluktuatif

Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid 19 kota Surabaya mewanti-wanti agar masyarajat tak lengah protokol kesehatan jelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/FIRMAN RACHMANUDIN
Kepala BPB Linmas, Irvan Widyanto saat mengikuti FGD di Bhara Dhaksa dalam rangka Pengamanan Nataru 2021-2022. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Firman Rachmanudin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 kota Surabaya mewanti-wanti agar masyarajat tak lengah protokol kesehatan jelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Hal itu disampaikan oleh Kepala BPB Linmas Kota Surabaya, Irvan Widyanto selepas pertemuan Focus Discussion Group (FGD) bersama Polrestabes Surabaya, Korem 083 Bhaskara Jaya dan tokoh agama nasrani di Bhara Dhaksa, Senin (15/11/2021).

"Mengingat segala kegiatan masyarakat masih di tengah pandemi, perlu ada upaya pembatasan dan kedisiplinan masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan," kata Irvan yang juga sebagai wakil sekretaris Satgas Covid 19 Surabaya.

Baca juga: Misteri Pembunuh Janda di Menganti Gresik Terungkap, Pelaku Kenal dari Facebook dan Minta Balikan

Dari data pemerintah, angka kasus Covid 19 di Surabaya memiliki kecenderungan fluktuatif hingga hari ini.

"Angka kasus cenderung fluktuatif, sempat meningkat tajam dan menurun tajam yang tepenting kita tidak boleh abai dan lengah, pandemi ini belum selesai. Meski di PPKM Level satu," imbuhnya.

Baca juga: Kerap Incar Motor Petani yang Terparkir di Tepi Sawah, 3 Maling di Kabupaten Madiun Diringkus Polisi

Irvan menyebut jika saat ini pmeeintah menerapkan pola penanganan Active Case Finding dengan langsung menindak lanjuti setiap kasus positif yang dilaporkan.

Baca juga: UPDATE Pohon Tumbang Timpa Warung di Wisata Jolotundo, Korban Tewas Bertambah Jadi 3 Orang

"Kota surabaya ini melakukan active case finding, kita lakukan skrening kebetulan ada anak usia sekolah yang positif. Jadi ini contoh kasus yang jangan dikaitkan dengan sekolahnya. Kebetulan yang terpapar adalah anak usia sekolah. Langsung ditangani. Kemarin bahkan ada yang masuk hari Jumat, besoknya Sabtu sudah keluar, negatif, tingkat kesembuhannya cepat," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved