Breaking News:

Berita Malang

Alasan PKL Belum Boleh Berdagang di Dalam Area Stadion Kanjuruhan Malang

Pedagang kaki lima masih belum diperbolehkan berdagang di dalam area Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Erwin Wicaksono
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang, Nazaruddin Hasan. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pedagang kaki lima masih belum diperbolehkan berdagang di dalam area Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang, Nazaruddin Hasan menerangkan, ada sejumlah terkait perizinan yang membuat pedagang tersebut belum bisa berjualan di markas Arema FC itu.

"Kami telah besurat kepada Bupati Malang. Nanti kalau sudah ada disposisi dari Bupati, baru akan kita buka untuk umum," ujar Nazaruddin ketika dikonfirmasi.

Saat ini Kabupaten Malang masuk pada level II penerapan PPKM. Mengacu pada Surat Keputusan Bupati Malang fasilitas publik sudah terbuka untuk kegiatan publik.

Menanggapi hal tersebut, pria yang akrab disapa Nazar ini mengatakan, ada sejumlah opsi mengenai pengaturan waktu berjualan bagi para pedagang.

Baca juga: Cintai Bumi, UMKM Asal Surabaya Sukses Sulap Limbah Kain Menjadi Bernilai Ekonomi

Opsi mengarah pada 2 pilihan. Yakni berjualan pada akhir pekan atau setiap hari.

Pertimbangan penerapan protokol kesehatan (prokes) masih menjadi prioritas dalam benak Nazar.

"Karena PKL juga ramainya Sabtu dan Minggu saja. Maka dari itu juga masih menunggu disposisi Bupati," ucap Nazar.

Perihal kios-kios yang telah membayar sewa untuk berdagang di dalam Stadion Kanjuruhan, mereka saat ini ada beberapa yang sudah membuka kegiatan usahanya.

Sementara itu, Nazar menjelaskan masyarakat umum telah diperbolehkan berolahraga di area Stadion Kanjuruhan.

"Sekarang sudah ada (kios) yang buka. Masyarakat yang olahraga juga sudah ada beberapa sudah boleh. Tapi untuk PKL masih belum. Untuk PKL, nanti kalau sudah, kami akan buka tentunya dengan tetap memperhatikan Peremendagri," tutup pria asal Aceh ini. (ew)

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved