Breaking News:

Banjir Bandang di Kota Batu

Punjul Santoso Tegaskan Relokasi Warga Terdampak Banjir Bandang di Kota Batu Beda dengan di Brau

Jawab kekhawatiran masyarakat, Punjul Santoso tegaskan relokasi warga terdampak banjir bandang di Kota Batu berbeda dengan di Dusun Brau.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Benni Indo
Banjir bandang di Kota Batu meratakan rumah pasangan Sarif dan Wiji di Desa Bulukerto. Rumah pasangan suami istri itu sebenarnya terletak di sebelah kiri papan peringatan awas licin, Selasa (16/11/2021). Rencananya warga terdampak banjir bandang di Kota Batu akan direlokasi. 

Punjul mengimbau kesadaran seluruh pihak untuk memahami bahwa relokasi adalah solusi terbaik demi mengantisipasi korban jiwa lanjutan. Pasalnya, potensi banjir bandang masih terus menghantui.

Kepala Desa Bulukerto, Suwantoro menerangkan, warganya menyampaikan aspirasi ketakutan perihal proses relokasi yang akan memakan waktu lama.

''Ada yang mau, ada juga yang tidak mau. Mereka takut kejadian longsor seperti di Dusun Brau, Desa Gunungsari itu kan tidak selesai-selesai karena menunggu pemerintah pusat,” terang dia pada awak media di Graha Pancasila, Senin (15/11/2021).

Suwantoro juga mengatakan rencana penggunaan tanah kas desa mendapat kritik dari sejumlah pihak. Ia pun mempertimbangkan kembali rencana penggunaan lahan itu.

Dari data yang sudah dihimpun, ada delapan rumah rusak parah akibat banjir bandang. Delapan rumah itu terdiri atas tiga rumah rusak berat dan lima rusak sedang. Sementara tujuh rumah lain rusak ringan. Di antara pemilik rumah itu ada tiga orang yang tidak punya tanah.

“Yang rumahnya terdampak hanyut dan rusak berat, apalagi tidak punya tanah nanti akan kami pikirkan bersama, kasihan juga karena ini musibah. Hal paling penting warga bisa hidup normal kembali,” pungkas dia.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved