Breaking News:

Berita Jatim

Dinilai Efektif Dongkrak PNPB, KemenPAN-RB Tertarik Strategi Kemenkumham Jatim Gandakan Pelayanan KI

Tim Penilai Nasional (TPN) Pembangunan Zona Integritas (ZI) KemenPAN-RB Firmansyah menganggap, strategi Kemenkumham Jatim dalam meningkatkan penerimaa

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM/istimewa
Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Krismono, Rabu (17/11/2021) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA-Tim Penilai Nasional (TPN) Pembangunan Zona Integritas (ZI) KemenPAN-RB Firmansyah menganggap, strategi Kemenkumham Jatim dalam meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari pelayanan Kekayaan Intelektual bisa didorong untuk diterapkan secara nasional.

Strategi kolaborasi kinerja yang diterapkan Kanwil Kemenkumham Jatim patut dicontoh untuk peningkatan kinerja pemerintah.

Pada sesi evaluasi, Firmansyah mengapresiasi paparan tersebut dan tertarik dengan salah satu inovasi kinerja yang diciptakan Kemenkumham Jatim.

"Kami penasaran dengan strategi Kemenkumham Jatim dalam melipatgandakan PNBP dari pelayanan KI," tanya Firmansyah, di sela-sela Desk Evaluation Pembangunan ZI oleh TPN KemenPAN-RB, Rabu (17/11/2021).

Baca juga: Rekayasa Pencurian hingga Duplikat Kunci, Kurir Elpiji 3 Kg di Surabaya Ini Gondol 46 Tabung Gas

Kemudian, Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Krismono memaparkan progres pembangunan ZI menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) beserta para pimti dan seluruh tim pokja

Termasuk menjawab pertanyaan tersebut. Bahwa, dari tahun ke tahun, PNBP KI di Jatim memang terus meningkat, bahkan berlipat ganda.

Sebelum pandemi, lanjut Krismono, PNBP dari pelayanan KI di Jatim hanya menyentuh angkat Rp10 miliar. Namun, sejak pandemi tahun lalu, capaiannya menjadi Rp22 miliar. 

Baca juga: Incar Pekerja Pulang Malam di Gresik, Komplotan Begal Sadis Diringkus di Surabaya, Begini Modusnya

"Tahun ini, sampai Oktober saja, capaiannya sudah sama seperti tahun lalu, kami optimis, tahun ini ada peningkatan lagi," ungkap Krismono.

Hal itu terjadi karena ada salah satu program unggulan yang digencarkan pihaknya.

Yaitu, lanjut Krismono, dengan memperbanyak jaringan pendaftaran pelayanan KI sejak 2020 lalu. 

Baca juga: Pertanyaan Warga Membludak, Kemenkumham Jatim Luncurkan Aplikasi SOBAT Layanan Informasi 24 Jam

"Kami menggandeng pemda di seluruh Jatim, sehingga saat ini ada 21 pemda yang sudah tergabung dalam jaringan pelayanan kekayaan intelektual," jelasnya.

Oleh karena itu, pada 2021 ini, layanan ini dikembangkan lagi dengan membentuk Klinik KI di lima bakorwil, yakni Malang, Bojonegoro, Pamekasan, Jember dan Madiun.

Dampak nyatanya adalah hingga saat ini sudah ada 1.384 pendaftar produk KI. Mulai paten, merk, desain industri hingga hak cipta.

"Dari jumlah itu 763 diantaranya adalah pelaku UMKM," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved