Breaking News:

Integrasi dan Digitalisasi Mempercepat Kebangkitan Ekonomi Jawa Timur

Integrasi dan digitalisasi dinilai akan mempercepat kebangkitan ekonomi di Jawa Timur. Digitalisasi menjadi kata kunci di sektor publik dan usaha.

Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Road to IDC (Indonesia Digital Conference) Jawa Timur bertema “Digitalisasi, Kunci Akselerasi Jawa Timur Bangkit” yang diselenggarakan secara daring oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Rabu (17/11/2021). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Digitalisasi kini menjadi kata kunci di sektor publik dan dunia usaha. Ini perlu diperkuat dengan integrasi sistem, sehingga mengubah tabiat dan perilaku dari paper-based (berbasis kertas) menjadi paperless (hemat kertas).

Ini benang merah yang bisa ditarik dari acara Road to IDC (Indonesia Digital Conference) Jawa Timur bertema “Digitalisasi, Kunci Akselerasi Jawa Timur Bangkit” yang diselenggarakan secara daring oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Rabu (17/11/2021).

Hadir sebagai narasumber adalah Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Jawa Timur, Arumi Bachsin, Head of Small Medium Enterprise Partnership Programme PT Pertamina (Persero), Rudi Ariffianto, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya, Muhammad Fikser.

Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak menjadi pembicara kunci dalam acara ini.

Dalam paparannya, Emil Elestianto Dardak mengungkapkan, masih terjadi upaya digitalisasi tanpa melakukan perubahan proses bisnis.

"Sekarang orang bisa melakukan aplikasi online, masuk meja depan. Karena proses tidak dibuat lebih sederhana, akhirnya numpuk di meja depan,” ujarnya.

Ia mengatakan, ini terjadi karena aplikasi membuat banyak orang lebih mudah mengakses, tapi layanan yang dirasakan tetap lambat. Karena informasi layanan lanjutan tidak disampaikan dengan jelas.

“Ini yang menyebabkan masyarakat tak antusias terhadap opsi digital. Mereka tidak yakin apakah akan dilayani," katanya.

Emil menyebut, pekerjaan rumah pemerintah adalah menjadikan digitalisasi bukan sebagai kosmetik belaka.

"Proses bisnis kita masih paper-based, bukan paperless. Sering proses digital mempersulit, bukan mempermudah. Aspek kemudahan dan kesederhanaan harus dipikirkan saat kita mendigitalisasi proses," jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved