Breaking News:

Berita Ponorogo

Polisi Tetapkan ASN Pemkab Ponorogo sebagai Tersangka Kasus Korupsi Alsintan Senilai Rp 4 Miliar

Polisi menetapkan ASN Pemkab Ponorogo sebagai tersangka kasus korupsi alat dan mesin pertanian senilai Rp 4 miliar.

Tribun Jatim Network/Benni Indo
Satreskrim Polres Ponorogo menetapkan seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Ponorogo sebagai tersangka kasus korupsi alat dan mesin pertanian (Alsintan). Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Jeifson Sitorus mengatakan, saat ini ASN berinisial M tersebut sudah ditahan Polres Ponorogo, Rabu (17/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Satreskrim Polres Ponorogo menetapkan seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Ponorogo sebagai tersangka kasus korupsi alat dan mesin pertanian (Alsintan).

Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Jeifson Sitorus mengatakan, saat ini ASN berinisial M tersebut sudah ditahan Polres Ponorogo.

AKP Jeifson Sitorus mengatakan, penetapan tersangka M yang merupakan mantan Kasi Alsintan Distan Ponorogo tersebut dilakukan setelah polisi memiliki empat alat bukti.

"Karena dirasa cukup kuat, kami menetapkan M sebagai tersangka," kata Jeifson, Rabu (17/11/2021).

Jeifson menjelaskan, Alsintan yang dimaksud adalah hibah dari APBN dan APBD tingkat 1 (Provinsi Jawa Timur) tahun anggaran 2018 dan tahun anggaran 2019. 

Alsintan tersebut diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo.

"Setelah diterima Dinas Pertanian ternyata alat ini tidak diserahkan seluruhnya kepada kelompok tani, hanya sebagian saja yang diserahkan," kata Jeifson.

Jeifson menyebutkan ada 355 kelompok tani yang berhak menerima Alsintan tersebut.

Baca juga: Sidang Dugaan Korupsi SMKN 10 Malang Terus Berlanjut, 8 Saksi Telah Dihadirkan dalam Persidangan

Jumlah Alsintan yang dialokasikan ke setiap kelompok tani berbeda-beda tergantung proposal yang diajukan.

"Nilai kerugian negara lebih dari Rp 4 miliar. Terdiri dari 210 unit Alsintan yang sekarang ini masih kita lakukan pendalaman terhadap keberadaan Alsintan tersebut," lanjut mantan Kasatreskrim Polres Batu Kota ini.

Karena hanya disalurkan sebagian, M pun membuat surat pertanggungjawaban yang dimanipulasi dengan mencantumkan nama-nama kelompok tani fiktif.

"Kelompok tani tersebut setelah kita lakukan klarifikasi ternyata tidak benar adanya," jelasnya.

Sejak kasus tersebut naik pada tahun 2019, Polres Ponorogo telah memeriksa ratusan saksi termasuk perwakilan para kelompok petani yang berhak menerima Alsintan tersebut.

"Kalau untuk penetapan tersangka baru, saya tidak bisa berandai-andai, tapi sepanjang kita kalau kita menemukan alat bukti untuk menetapkan tersangka ya kita tetapkan," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved