Breaking News:

Berita Pacitan

Jaminan Kesehatan JKN-KIS Jadi Investasi Masyarakat Ketika Mendadak Sakit

Jaminan kesehatan JKN-KIS jadi investasi masyarakat Pacitan ketika mendadak sakit. Investasi ini bisa dipakai ketika mengalami sakit tak terduga.

Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang menangani kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) yang didaftarkan oleh pemerintah daerah, Nurbambang Susianto (47) melihat JKN-KIS sebagai investasi kesehatan bagi masyarakat, Kamis (18/11/2021). 

TRIBUNJATIM.COM, PACITAN - Sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang menangani kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) yang didaftarkan oleh pemerintah daerah, Nurbambang Susianto (47) melihat JKN-KIS sebagai investasi kesehatan bagi masyarakat.

Menurutnya, bentuk investasi ini bisa dipakai ketika mengalami musibah atau sakit yang tidak terduga datangnya.

“Seandainya tidak ada JKN ya kasihan, investasi apa yang bisa dipakai untuk siap-siap bila kita mengalami musibah atau sakit yang tiba-tiba. Kalau keinginan yang lain kan bisa direncanakan dan ditunda, kalau sakit kalau tidak ada jaminan kesehatan mungkin akan mencari peluang lain. Masyarakat tidak boleh berpikir bahwa investasi itu kalau saya berbuat, saya dapat apa,” ujarnya, Kamis (18/11/2021).

Kepala Seksi Penyelenggaraan, Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Pacitan yang akrab dipanggil Bambang ini mengaku pernah mengalami musibah tak terduga yang membuat kakinya terluka saat memotong bambu.

Menggunakan JKN-KIS saat dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD), Bambang langsung mendapatkan penanganan.

“Karena itu kena kaki, berdarah, lalu dibawa ke UGD. Alhamdulillah langsung ditangani, kalau tidak kan semakin parah. Lukanya dijahit dan dikasih obat. Gratis,” ucapnya.

Mengulas balik di tahun 2007, ketika ibu mertuanya meninggal karena kanker rahim, Bambang membayangkan, seandainya pada saat itu ibu mertuanya sudah memiliki jaminan kesehatan seperti JKN-KIS saat ini mungkin akan tertolong. Menurutnya, tidak memiliki jaminan kesehatan tentu akan berat ketika sakit.

“Saya membayangkan kalau ibu saya sudah punya seperti JKN mungkin tertolong, tetapi karena belum punya, biaya pelayanan kesehatan begitu berat, pendapatan saya juga belum rutin saat itu, tetapi dengan ketekunan, ibu mertua masih bisa bertahan selama 3,5 tahun dan tidak tertolong,” pungkasnya.

Sehingga dorongan dan dukungan pemerintah daerah agar masyarakat memiliki JKN-KIS dirasa penting. Apabila secara finansial pemerintah daerah mampu, Bambang berharap, di Kabupaten Pacitan khususnya, supaya bisa Universal Health Coverage (UHC). Masyarakat juga diberikan pemahaman tentang pentingnya mengikuti program pemerintah ini sebagai perlindungan diri.

“Saya harapkan nanti di setiap tahun selalu ada peningkatan anggaran yang disiapkan untuk kesejahteraan masyarakat, sehingga nanti menuju ke UHC-nya Pemerintah Kabupaten Pacitan itu masyarakat Pacitan benar-benar sudah ter-cover, utamanya bagi masyarakat miskin, sehingga tidak ada alasan masyarakat terlantar masalah kesehatannya,” terangnya.

Tidak hanya itu, Bambang juga berharap kepada seluruh fasilitas kesehatan agar bisa memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat tanpa membedakan. Serta, pentingnya komunikasi antarpihak terkait dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh masyarakat.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved