Breaking News:

Berita Surabaya

Minta Pemkot Surabaya Permudah Layanan Adminduk, Camelia Habiba: Disayangkan Lurah Tak Tahu KLAMPID

DPRD Kota Surabaya minta pemkot mempermudah layanan administrasi kependudukan, Camelia Habiba: Disayangkan kelurahan tak tahu KLAMPID.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Nuraini Faiq
Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Camelia Habiba meninjau layanan administrasi kependudukan di Kantor Dispendukcapil Surabaya, Kamis (18/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nuraini Faiq

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Camelia Habiba meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempermudah setiap layanan administrasi kependudukan.

Dia mengatakan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) juga sebaiknya mempercepat setiap layanan kepada warga. 

Semua layanan utama seperti pengurusan KTP, KK, akta lahir, atau dokumen kependudukan lainnya, sudah bisa didelegasikan ke tingkat kelurahan atau kecamatan. Tidak perlu ke kantor Dispendukcapil di Gedung Siola. Kecuali rekam KTP yang mengharuskan ke Siola.

Untuk mendorong kemudahan dan percepatan layanan tersebut, Komisi A DPRD Surabaya meninjau layanan di Kantor Dispendukcapil Surabaya, Kamis (18/11/2021).

Camelia Habiba bersama Anggota Komisi A Imam Syafi'i berkunjung ke kantor penerbit dokumen kependudukan tersebut. 

Baca juga: Siagakan Rumah Pompa untuk Cegah Banjir di Surabaya, Laila Mufidah: Jangan Ada yang Mati Sedetikpun

"Semua tentu mengimpikan layanan dasar warga terkait dokumen kependudukan makin dipermudah. Sudah saatnya makin akrab digitalisasi layanan Dispendukcapil. Efisien dan efektif," kata Habiba.

Apalagi di masa pandemi Covid-19 (virus Corona) yang belum sepenuhnya pulih, layanan konvensional dengan mengharuskan warga hadir sangat dibatasi. Layanan berbasis aplikasi tentu akan menjadi solusi.

Selain itu, layanan desentralisasi akan sangat dinantikan warga. Mengurus semua dokumen kependudukan, utamanya KTP dan KK mestinya cukup di kelurahan. Sebab, semua dokumen penyerta saat mengurus sudah terkoneksi dengan data utama.

Semua juga berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK). Begitu NIK di-klik, semua dokumen akan mengikuti.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved