Breaking News:

Berita Jatim

Angka Pengangguran di Jatim Disebut Menurun, Ekonomi Juga Terus Tumbuh

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa pengangguran di Jawa Timur mengalami penurunan. Hal tersebut menurutnya menjadi kabar

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Januar
Humas Jatim
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa pengangguran di Jawa Timur mengalami penurunan.

Hal tersebut menurutnya menjadi kabar baik di tengah perekonomian Jatim yang juga terus tumbuh. 

Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa berdasarkan data dari BPS yang dirilis 5 November 2021, menunjukkan bahwa pengangguran di Jatim juga mengalami penurunan sebanyak 0,1 persen. 

"Apa yang kita khawatirkan adalah ekonomi terkontraksi. Alhamdulillah, berkat  sinergi berbagai pihak  ekonomi di Provinsi Jawa Timur tetap tumbuh positif  sebesar  2,26 persen sementara nasional 1,55 persen. Bahkan tingkat pengangguran di jatim mengalami penurunan 0,1 persen" ujar Khofifah. 

Berdasarkan data BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2021 sebesar 5,74 persen, turun 0,1 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2020.

Dalam rilis BPS di waktu yang sama, penduduk yang bekerja di Jatim sebanyak 21,04 juta orang, meningkat sebanyak 74,78 ribu orang dari Agustus 2020.

Tiga lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terbesar adalah Sektor Jasa Pendidikan (0,54 persen poin), Sektor Perdagangan Besar dan Eceran (0,52 persen poin) dan Sektor Industri Pengolahan (0,50 persen poin). 

Baca juga: Banjir di Jember Datang Ketika Warga Masih Tidur, Terbangun Air Sudah Mengepung Rumah

Sementara sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (1,33 persen poin).

Jumlah angkatan kerja pada Agustus 2021 sebanyak 22,32 juta orang, bertambah 55,03 ribu orang dibanding Agustus 2020 dan bertambah 141,37 ribu orang dibanding Februari 2021. 

Sementara itu, terkait pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang dijelaskan Gubernur Khofifah naik adalah untuk periode Triwulan III-2021. Dimana jika dibandingkan Triwulan II-2021 meningkat sebesar 2,26 persen (q-to-q).

Berdasarkan data BPS, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Konstruksi yang tumbuh sebesar 9,84 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 8,81 persen.

Kumpulan berita Jatim terkini
 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved