Breaking News:

Berita Kota Kediri

Dinas PUPR Kota Kediri Lakukan Normalisasi Saluran Air, Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Dinas PUPR Kota Kediri melakukan normalisasi saluran air untuk antisipasi bencana hidrometeorologi di musim penghujan.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Didik Mashudi
Petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) membersihkan sampah di sungai dan saluran air Kota Kediri untuk antisipasi genangan saat hujan, Sabtu (20/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri melakukan normalisasi inlet, pengerukan dan pembersihan sungai dari sedimen lumpur dan sampah.

Upaya ini dilakukan untuk mengatasi masalah genangan air, sebagai langkah antisipasi bencana hidrometeorologi yang mengancam Kota Kediri dan daerah lainnya.

Kepala Dinas PUPR Kota Kediri, Endang Kartika menjelaskan, genangan air masih tetap ada, namun kini 10-15 menit genangan sudah surut.

"Sebelumnya mencapai 20 menit untuk sampai surut. Tentunya dengan persiapan hasilnya akan lebih baik,” ujar Endang Kartika, Sabtu (20/11/2021).

Sejauh ini, ada empat sungai yang telah dilakukan pengerukan dan pembersihan sedimen dengan kondisi lebar sungai menyempit. Sungai-sungai tersebut yang nantinya mengalirkan air menuju Sungai Brantas.

“Sejak bulan lalu kami telah melakukan pengerukan untuk menormalkan kembali lebar Sungai Kresek dan Kalitawang Kaliombo,” jelas Endang Kartika.

Selain aliran sungai yang dinormalisasi, saluran inlet yang ada di Kota Kediri juga dibersihkan secara rutin.

Karena saluran inlet yang tersumbat akar dan batang pohon penghijauan juga menjadi salah satu faktor penyebab adanya antrean debit air di permukaan jalan.

Baca juga: Wali Kota Kediri Sesalkan Sekolah Tahan Ijazah Siswa, Tegaskan Tak Boleh Ada Diskriminasi Pendidikan

Dinas PUPR bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri untuk penanganan akar dan batang pohon tersebut.

Sementara Kepala DLHKP Kota Kediri, Anang Kurniawan menjelaskan, akan mengecek terlebih dahulu untuk kondisi pohon, apakah masih bisa dipertahankan sekaligus melihat keberadaan pohon yang ada di sekitar lokasi.

"Jangan sampai ketika kita potong pohon yang menyumbat ini, menjadikan sekitar lokasi gersang,” ujarnya.

Jika masih memungkinkan, DLHKP akan menaman pohon muda terlebih dahulu sebagai pengganti pohon yang akan dipotong.

Sementara Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar menuturkan, saat ini berbagai upaya dilakukan agar kondisi Kota Kediri lebih siap menghadapi puncak rentetan bencana hidrometeorologi.

“Pemkot Kediri melakukan berbagai langkah antisipasi dan persiapan mitigasi bencana. Seperti genangan yang ada di beberapa titik di Kota Kediri. Saya berharap masyarakat turut menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Abdullah Abu Bakar.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved