Breaking News:

Berita Surabaya

Cegah Stunting, FK UNAIR Dampingi 3 Kecamatan di Surabaya Beri Edukasi Kader dan Ibu Hamil

Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam penurunan angka stunting (bayi lahir pendek) di Indonesia.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM, MOHAMMAD ZAINAL ARIF
Saat Prof Irwanto dr Sp A(K) memaparkan tentang deteksi dini stunting dengan Buku KIA dihadapan 30 ibu hamil dan ibu dengan balita stunting serta 15 Kader puskesmas di kantor Kecamatan Gubeng, Sabtu (20/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Zainal Arif 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYAFK UNAIR bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya (Dinkes Kota Surabaya) mengadakan pengabdian masyarakat dengan sasaran balita stunting dan ibu hamil di kantor Kecamatan Gubeng, Sabtu (20/11/2021).

Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting (bayi lahir pendek) di Indonesia,

Pengabdian masyarakat bertajuk “Pencegahan dan Penanggulangan Stunting dengan Pendekatan dan Pembinaan Mulai 1000 Hari Pertama" ini menyasar 30 ibu hamil dan ibu dengan balita stunting serta 15 Kader puskesmas yang juga turut dilibatkan dalam acara edukasi ini. 

Para ibu-ibu ini diberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama 1000 hari kehidupan yakni sejak semasa dalam kandungan hingga usia dua tahun. 

Dalam hal ini, Dekan Fakultas Kedokteran UNAIR, Prof Dr Budi Santoso dr SpOG(K) menjelaskan bahwa masa-masa tersebut dianggap sebagai golden age atau masa keemasan pertumbuhan anak. 

"Jika tidak diintervensi dengan baik dengan pemenuhan gizi yang tepat, maka pertumbuhan dan perkembangan anak tidak akan maksimal," ujarnya.

"Dan ini secara langsung juga berdampak hingga mempengaruhi kecerdasan serta produktifitas anak saat dewasa," imbuhnya.

Edukasi kali ini dilakukan serempak oleh semua institusi kesehatan di Surabaya bekerjasama dengan Dinkes Kota Surabaya.

Dengan harapan prevalensi balita stunting di Indonesia, yang saat ini di angka sekitar 26 hingga 27 persen. Khususnya di Surabaya yang saat ini berada di angka 8,92 persen dapat menurun. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved