Breaking News:

Berita Trenggalek

Hujan Deras Mengguyur Trenggalek, Tembok Rumah Jebol Diterjang Tanah Longsor, Warga Mengungsi

Hujan deras mengguyur, tembok rumah jebol diterjang tanah longsor di Trenggalek, warga mengungsi.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Aflahul Abidin
Tanah longsor yang menerjang rumah Komari di Desa Timahan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, Minggu (21/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Komari, warga Desa Timahan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, harus mengungsi setelah salah satu sisi tembok rumahnya ambrol diterjang tanah longsor.

Kini, ia dan keluarganya tinggal di rumah orang tuanya yang lokasinya tak jauh dari rumah yang ambrol.

Ini merupakan kejadian kesekian kalinya tembok rumah ambrol akibat tanah longsor di Trenggalek, dalam sepekan terakhir.

Kepala Desa Timahan, Heri Sulistyo Bhekti menjelaskan, tebing dekat rumah Komari ambrol setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Kejadian tanah ambrol itu berlangsung pada Sabtu (20/11/2021).

“Air dari atas lereng perbukitan masuk ke rongga tebing, sehingga mengakibatkan tanah longsor,” kata Heri, Minggu (21/11/2021).

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, tebing perbukitan yang longsor berada tepat di belakang rumah Komari. Tebing yang ambrol sepanjang 15 meter dengan ketinggian 2,5 meter.

Bagian yang tertimpa longsor adalah dinding di bagian dapur.

Heri menjelaskan, material tanah langsung merusak bagian dapur dan masuk hingga ruang utama bangunan rumah.

Baca juga: Dampak La Nina di Trenggalek, Banjir Serang Delapan Desa dan Empat Titik Tanah Longsor

Beruntung, tak ada korban dalam kejadian tersebut. Penghuni rumah langsung menyelamatkan diri ke luar rumah beberapa saat sebelum tanah longsor menghantam rumah.

Menurut Heri, material tanah membuat rumah tak bisa ditinggali. Akibatnya, para penghuni harus mengungsi.

“Sementara mengungsi ke rumah orang tuanya,” sambung dia.

Warga setempat telah berkerja bakti di lokasi titik longsor. Mereka juga menyelamatkan barang-barang milik korban yang tak sempat diselamatkan saat longsor.

Menurut Heri, warga belum berani menyingkirkan material tanah longsor di sana. Mereka khawatir, pembersihan material akan menimbulkan longsor susulan, karena kondisi tanah yang masih belum stabil.

Warga sekitar dan para petugas masih menunggu kondisi tanah mengering sehingga material aman untuk disingkirkan.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved