Breaking News:

Berita Jatim

Laskar Sholawat Nusantara Gaungkan Jihad Ekonomi, Turut Ambil Peran di Masa Pandemi Covid-19

Laskar Sholawat Nusantara (LSN) gaungkan jihad ekonomi, untuk turut ambil peran dalam penanganan dampak pandemi Covid-19.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Laskar Sholawat Nusantara (LSN) saat menggelar kegiatan Apel Sholawat Kebangsaan yang berlangsung di Kabupaten Jember pada Sabtu (20/11/2021). Agenda itu juga dihadiri oleh Menteri BUMN Erick Thohir. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Laskar Sholawat Nusantara (LSN) menyerukan jihad ekonomi sebagai bentuk upaya penanganan dampak pandemi Covid-19 (virus Corona). 

Komitmen itu disampaikan dalam kegiatan bertajuk Apel Sholawat Kebangsaan yang berlangsung di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Sabtu (20/11/2021).

Agenda tersebut juga dihadiri oleh Menteri BUMN Erick Thohir

Presiden LSN, Muhammad Fawait mengatakan, lewat kegiatan itu, pihaknya ingin memberikan semangat pada para pelaku UMKM yang juga terdampak akibat pandemi Covid-19. 

"Dalam Apel Sholawat Kebangsaan ini, juga dijadikan ajang momen memamerkan produk-produk UMKM binaan Laskar Sholawat Nusantara," kata Gus Fawait, dikutip dalam keterangan tertulis yang diterima TribunJatim.com, Minggu (21/11/2021). 

Gus Fawait menegaskan, komitmen jihad ekonomi dilakukan dengan mengajak sinergi berbagai pihak. Termasuk di antaranya adalah Kementerian BUMN. 

Anggota DPRD Jawa Timur itu mengaku optimistis, tekadnya bisa tercapai dengan cara berkolaborasi bersama unsur mitra. Sinergi dan kolaborasi disebut penting untuk hal tersebut. 

Baca juga: Menteri BUMN Berkolaborasi dengan Ponpes Zainul Hasan Genggong Probolinggo untuk Bangun Ekonomi

Di sisi lain, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Timur itu juga menyebut komitmen LSN untuk turut membantu pemerintah terkait penyediaan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat. Terlebih di kawasan terpencil di Jawa Timur. 

Sejumlah target dalam beberapa tahun ke depan diungkapkan oleh Gus Fawait. Target mengambil peran dalam kepentingan masyarakat, disebut telah ditentukan. 

"Target ada 100 unit fasilitas kesehatan seperti klinik, 100 fasilitas olahraga tanpa menggunakan atau memberatkan APBN maupun APBD," tandas Gus Fawait.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved