Breaking News:

Berita Gresik

Gandeng Wartawan, Bea Cukai Gresik Ajak Bersama-sama Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Gandeng wartawan, Bea Cukai Gresik ajak bersama-sama menekan peredaran rokok ilegal, yang merugikan negara.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Willy Abraham
Sosialisasi tekan peredaran rokok ilegal bersama wartawan Gresik, yang digelar di salah satu hotel di Gresik, Kamis (18/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Sosialisasi peredaran rokok ilegal di Kabupaten Gresik kali ini menggandeng wartawan.

Terus menggempur peredaran rokok yang tidak dilengkapi pita cukai dilakukan karena merugikan negara.

Kepala Sub Seksi Layanan Informasi Bea Cukai Gresik, Ari Munandar menuturkan, penerimaan cukai oleh negara pada tahun 2020 mencapai Rp 178 triliun. Cukai rokok menyumbang Rp 170 triliun di antaranya.

Ari Munandar menambahkan, penerimaan tersebut dipastikan bertambah ketika peredaran rokok ilegal bisa diberantas, khususnya di wilayah Gresik.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar ikut mengawasi peredaran rokok ilegal. Setidaknya, dengan mengetahui lima ciri khusus rokok ilegal. Antara lain tidak dilekati dengan pita cukai, menggunakan pita cukai bekas, palsu, tidak sesuai dengan merek, golongan dan jenisnya.

“Peredaran rokok ilegal bisa diberantas, penerimaan cukai akan optimal dan bisa kembali ke masyarakat melalui pemerintah daerah. Dalam bentuk infrastruktur, fasilitas umum dan berbagai layanan masyarakat lainnya,” ucap pria yang akrab disapa Ari itu, Kamis (18/11/2021).

Dijelaskan, setiap tahun desain pita cukai selalu berubah, juga sudah dilengkapi hologram, informasi harga dan jenis barang. Serta desain khusus tematik yang diproduksi oleh Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri). Hal ini memudahkan dalam identifikasi rokok berpita cukai asli atau palsu.

Tujuan sosialisasi ini adalah menurunkan grafik peredaran rokok ilegal. Pihaknya meminta warga untuk tidak segan melapor jika menemukan peredaran rokok ilegal di lapangan.

"Jika menemukan peredaran rokok ilegal di lapangan akan lebih baik melapor. Sehingga akan kami tindak lanjuti hingga kepada pihak produsen sebagai upaya penindakan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Sub Seksi Penuntutan Pidsus Kejari Gresik, Faris Almer menyampaikan, para pihak yang terlibat dalam peredaran rokok ilegal akan mendapatkan sanksi hukuman yang tidak main-main. Tahun 2020, ada satu kasus yang sudah disidangkan dan diganjar hukuman satu tahun penjara serta denda Rp 97 juta.

Kabag Perekonomian dan SDA Pemkab Gresik, Widjajani Lestari menyebut, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2021 Kota Pudak sebesar Rp 19, 1 miliar. Dipakai untuk berbagai program, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik dan salah satunya untuk sosialisasi gempur rokok ilegal.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Gresik, Siti Jaiyaroh mengatakan, sosialisasi ini berdasar Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 230/PMK.07/2020 dan PMK No. 206/PMK.07/2020.

"Dua peraturan tersebut kemudian diimplementasikan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Gresik Nomor 33 Tahun 2021 tentang Penjabaran P-APBD Tahun Anggaran 2021," ucapnya.

Melalui sosialisasi gempur rokok ilegal ini, pihaknya berharap bisa menutup celah peredaran rokok tanpa pita cukai. Yakni dengan membekali masyarakat dengan pemahaman.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved