Breaking News:

Berita Malang

Korban Dugaan Pelecehan di Malang dan Penganiayaan, Dikenal Miliki Sifat Pendiam

Korban dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan, sebut saja namanya Mawar (13), yang masih duduk di kelas VI sebuah sekolah dasar swasta di Kota

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.com/ Kukuh Kurniawan
Humas Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Assidiqqi Asy Syuhadaa, Muhammad Munirin (30). 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Korban dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan, sebut saja namanya Mawar (13), yang masih duduk di kelas VI sebuah sekolah dasar swasta di Kota Malang dikenal memiliki sifat pendiam.

Hal itu dibenarkan langsung oleh Humas Pondok Pesantren dan Panti Asuhan tempat Mawar tinggal, Muhammad Munirin (30).

"Setahu saya selama disini, tidak pernah ada hal-hal aneh yang selama ini dilakukannya. Anaknya tergolong rajin, selain itu anaknya ini pendiam. Namun meski pendiam, dia itu mudah bergaul," ujarnya kepada TribunJatim.com, Senin (22/11/2021).

Baca juga: Maling Motor di Surabaya Satroni Kosan saat Penghuni Tidur, Honda Scoopy Raib

Dirinya menjelaskan, bahwa Mawar ini sudah cukup lama tinggal di panti asuhan tersebut.

"Saya baru satu tahun disini (di panti asuhan). Kalau korban ini sudah sangat cukup lama tinggal disini. Mungkin sejak usia enam tahun, dia sudah tinggal disini," jelasnya.

Dirinya mengungkapkan, perilaku korban mulai berubah seiring dengan kebijakan panti asuhan dan pondok pesantren yang mengizinkan adanya kebebasan memegang handphone (HP).

"Mungkin karena adanya jejaring sosial, kemudian bisa digunakan dan juga akhirnya bisa berteman dengan orang lain. Dan setahu pihak pondok, anak ini hanya berteman di sekitar pondok dan kampung sini saja. Kalau untuk bergaul dengan teman-teman di luar, pihak pondok kurang begitu paham," terangnya.

Munirin juga menambahkan, pihak pondok dan panti asuhan memiliki jam khusus terkait aturan keluar bagi para santrinya.

"Disini sendiri dibatasi, kalau pagi dari jam 07.00 WIB sampai selesai sekolah formalnya, itu (santri) boleh keluar pondok. Setiap anak kan pulangnya beda beda, kalau SD kan pulangnya sekitar jam 13.00 WIB atau jam 14.00 WIB. Setelah itu, mereka pulang ke pondok dan istirahat salat. Baru jam 15.00 WIB, dimulai lagi kegiata di dalam pondok," pungkasnya

Seperti diberitakan sebelumnya, korban penganiayaan yang videonya viral di media sosial di Kota Malang, diduga sebelumnya juga telah mengalami pelecehan seksual.

Dari informasi yang didapat TribunJatim.com, korban sebut saja bernama Mawar (13) masih duduk di kelas VI sebuah sekolah dasar swasta di Kota Malang .

Diketahui, korban sehari-harinya tinggal di Pondok Pesantren dan Panti Asuhan yang berada di Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved