Breaking News:

Berita Kabupaten Madiun

Tak Lagi Andalkan Tengkulak, Harga Panen Kakao di Madiun Naik, Petani Semringah

Ada Rumah Coklat Bodag dan tak lagi mengandalkan tengkulak dari luar daerah, harga panen kakao di Madiun naik, petani semringah.

TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra
Panen Kakao di Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Senin (22/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Petani kakao di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, tersenyum semringah lantaran harga hasil panen tahun ini mengalami kenaikan.

Saat ini, harga kakao kering dijual senilai Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram, padahal sebelumnya hanya Rp 22 ribu per kilogram

Petani kakao di Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Srimini (68) mengatakan, naiknya harga kakao ini karena kualitas kakaonya yang baik.

Selain itu, penjualan hasil panen tidak lagi mengandalkan tengkulak dari luar daerah, melainkan cukup dijual ke Rumah Coklat Bodag yang masih berada di desanya.

"Ini sudah mulai panen, setiap hari bisa 5 kilogram, tapi tidak bisa langsung dijual, harus dikeringkan dulu," kata Sri, Senin (22/11/2021).

Adanya Rumah Coklat Bodag menurut Sri sangat membantu petani kakao, terutama dalam urusan penjualan.

"Kalau di tengkulak, harga paling mahal Rp 22 ribu per kilogram. Tapi di Rumah Coklat Bodag, bisa dijual hingga Rp 30 ribu per kilogram," lanjutnya.

Senada dengan Sri, petani kakao lain, Sudartono, juga mengatakan hal yang sama.

Baca juga: Harga Minyak Goreng Terus Meroket, Begini Keluhan Pengusaha Rumah Makan di Gresik

Sejak Rumah Coklat Bodag berdiri menjadi tempat pengolahan kakao menjadi cokelat konsumsi, dia mengaku harga jual panen kakao menjadi lebih mahal.

"Sebelum ada Rumah Coklat, jualnya petani ya di tengkulak. Harganya rendah," kata dia.

Sementara itu, Ketua Pengelola Rumah Coklat Bodag, Sugito, mengatakan, kakao sebagai bahan baku pembuatan cokelat memang diambil dari petani lokal.

Sedangkan untuk harga kakao sendiri bervariasi, mulai dari Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu tergantung kualitas kakao tersebut. 

"Kalau yang kualitas A ya mahal, sampai Rp 35 ribu. Kami bisa beli kakao dari petani lokal ini antara 1,5 kuintal hingga 2 kuintal per hari," jelas dia.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved