Breaking News:

Berita Jatim

Tak Puas UMP Jatim 2022 Hanya Naik Rp 22.790, Buruh Jatim Ancam Gelar Aksi Besar-besaran

Ketua Unsur Pekerja dalam Dewan Pengupahan Jatim A Fauzi menyatakan pihaknya kecewa dengan hasil penetapan UMP tahun 2022 yang ditetapkan oleh Gubernu

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIUNJATIM.COM/Fatimatuz Zahroh
Ketua Unsur Pekerja dalam Dewan Pengupahan Jatim A Fauzi 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh

TRBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua Unsur Pekerja dalam Dewan Pengupahan Jatim A Fauzi menyatakan pihaknya kecewa dengan hasil penetapan UMP tahun 2022 yang ditetapkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Pihaknya mengatakan bahwa kelompok pekerja merencanakan akan melakukan aksi besar-besaran guna menyikapi penetapan UMP Jatim tahun 2022 yang dianggap kurang pro dengan buruh.

"Terus terang ini presiden buruk bagi rakyat pekerja, rakyat buruh di seluruh Jawa Timur. Untuk itu saya menjawab persoalan ini dengan bentuk bahwa dalam satu Minggu ini akan ada gerakan masa besar di Jatim," tegas Fauzi, Senin (22/11/2021).

"Insyaallah semua aliansi serikat pekerja mulai kecil menengah besar akan tumplek blek ke kantor Grahadi atau di jalan pahlawan, di kantor gubernur untuk menyuarakan ketidakadilan ini," tambahnya.

Baca juga: UMP Jatim Tahun 2022 Hanya Naik Rp 22.790, Begini Proses Panjang dan Alot Penetapannya

Ada banyak alasan yang membuat kalangan buruh atau pekerja tidak menerima penetapan UMP Jatim tahun 2022 ini. Ditegaskannya, dengan kenaikan UMP tahun 2022 yang hanya Rp 22.790, maka baru 41 tahun pekerja di Jatim baru akan bisa menikmati kesejahteraan.

"Alasan berikutnya, karena undang-undang cipta kerja masih kita yudisial review di Makamah Konstitusi, maka saya berharap sebagai warga negara yang taat hukum, hormati dong yang namanya yudisial review yang masih dilakukan oleh kawan-kawan saya yang ada di Jakarta," tegasnya.

Baca juga: Bus PSIL Lumajang Jadi Sasaran Vandalisme di Jember, Polisi Siap Tindaklanjuti, Bupati Minta Maaf

Sedangkan penetapan UMP tahun 2022 kali ini penerintah masih kukuh dengan menjadikan undang undang tersebut sebagai landasan hukumnya.

Selain itu, dikatakan Fauzi, yang ia sayangkan juga, adalah, UMP di Jawa Timur masih terendah diantara provinsi-provinsi  yang lain diseluruh Indonesia. Dengan alasan itu juga sebenarnya mengapa kalangan pekerja menyuarakan agar UMK naik Rp 300 ribu atau minimal Rp 275.000.

"Walaupun UMP hanya formalitas karena dalam sepuluh hari ini akan ditetapkan UMK, tetapi penetapan UMP ini sungguh menyayat, sungguh menyayat keputusan ibu Gubernur ini. Maka bersama-sama kawan-kawan saya seluruh buruh, seluruh pekerja di Jawa timur akan tumplek blek menyuarakan tentang ketidakadilan ini," pungkas Fauzi.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved