Breaking News:

Berita Surabaya

DPRD Surabaya Minta Investasi Rumah Sosial, Rekomendasikan Hentikan Sementara SPBU Simomulyo

Komisi C DPRD Kota Surabaya mendorong percepatan pemulihan ekonomi. Antara lain dengan mewujudkan Surabaya sebagai kota ramah investasi. Namun

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Nuraini Faiq
HEARING - Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono (bermasker merah) bersama seluruh anggotanya menggelar hearing, Selasa (23/11/2021), tentang rencana pembangunan SPBU Shell Simomulyo, Kecamatan Suko Manunggal. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Nuraini Faiq

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Komisi C DPRD Kota Surabaya mendorong percepatan pemulihan ekonomi.

Antara lain dengan mewujudkan Surabaya sebagai kota ramah investasi. Namun investasi apa pun harus dibarengi dengan ramah sosial.

Investasi itu salah satunya adalah dengan akan dimulainya pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik perusahaan berskala internasional, Shell.

Di satu sisi, investasi pembangunan jaringan SPBU ini pertanda positif.

Baca juga: Kapolres Gresik Berikan Bantuan Kepada Korban Kerusuhan Oknum Pesilat di Balongpanggang

"Namun, kami punya tanggungjawab moral kepada masyarakat. Tugas kami harus mengontrol dan mengawal setiap arah pembangunan kota. Mari bersama-sama membangun kota yang ramah kepada warganya," kata Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Baktiono, Selasa (23/11/2021).

Kemarin siang itu, Komisi C menggelar rapat dengar pendapat (hearing). Agendanya, mencarikan solusi atas persoalan di tengah warga atas rencana pembangunan SPBU Shell di Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal. Saat ini sudah memasuki tahap pemadatan lahan.

Warga menyebut bahwa tidak ada sosialisasi atas rencana pembangunan SPBU Shell tersebut. Selain itu, dampak dari pembangunan SPBU ini juga dinilai tidak dipikirkan. Akhirnya, sejumlah warga Simomulyo meminta Komisi C mencarikan solusi atas masalah-masalah yang muncul.

Rapat dipimpin Sekretaris Komisi C Agoeng Prasodjo. Hadir pula Baktiono bersama Wakil Ketua Komisi C Aning Rahmawati, dan seluruh Anggota Komisi C.

"Bagaimana ini bisa muncul persoalan di warga. Kami ingin tahu sejauh mana proses perizinannya sehingga persoalan belum tuntas," kata Agoeng.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved