Breaking News:

Berita Surabaya

Humanisme Jadi Kunci Hadapi Pendemo, Kapolsek Genteng: Mereka Saudara Kita yang Sampaikan Aspirasi

Gedung Negara Grahadi menjadi salah satu objek vital yang kerap disasar para demonstran untuk menyampaikan aspirasi. Mulai mahasiswa, kelompok

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Firman Rachmanudin
Aksi Demo Buruh di depan Gedung Negara Grahadi, Senin (22/11/2021) siang. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Firman Rachmanudin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gedung Negara Grahadi menjadi salah satu objek vital yang kerap disasar para demonstran untuk menyampaikan aspirasi.

Mulai mahasiswa, kelompok masyarakat hingga serikat buruh hampir selalu memilih Gedung Negara Grahadi sebagai salah satu lokasi aksi.

Bukan tanpa alasan, representasi pemerintahan ada di gedung yang letaknya di jalan Gubernur Suryo itu.

Secara administratif, gedung negara Grahadi terletak di kecamatan Genteng Surabaya, wilayah hukum Polsek Genteng, Polrestabes Surabaya, Polda Jawa Timur.

Hampir setiap hari, Kompol Wisnu Setiawan Kuncoro dihadapkan pada situasi demonstrasi di depan gedung negara Grahadi.

Baca juga: Polisi Terima 12 Laporan Korban Penipuan Pria Kediri Ngaku Berpangkat Mayjend TNI dan Irjen Polisi

Kepada Surya.co.id, Wisnu menyampaikan jika tugas kepolisian sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat wajib dilaksanakan sepenuh hati dan tanggung jawab, termasuk memberikan kenyamanan, keamanan dan menjamin aspirasi setiap masyarakat tersampaikan dengan baik.

"Tugas kepolisian itu melekat, sebagai amanah dan tanggung jawab. Untuk urusan demonstrasi, penyampaian aspirasi masyarakat berapapun jumlahnya massa, tetap akan kami berikan pelayanan terbaik, pengamanan terbaik, agar semua persoalan mendapatkan solusi," kata Wisnu, Selasa (23/11/2021).

Menurut Wisnu, kesabaran dan humanisme menjadi prioritas dalam setiap pengawalan aksi demonstrasi.

"Situasi saat adanya demonstrasi bisa berubah di lapangan, tugas kami adalah tetap berusaha mendinginkan suasana manakala ada aksi provokasi yang sebenarnya sama-sama tidak diinginkan. Humanisme dan Kesabaran adalah kuncinya," imbuhnya.

Wisnu mengandaikan bahwa setiap masyarakat atau kelompok masyarakat yang melakukan aksi demonstrasi sebagai saudara.

"Mereka tetaplah saudara kita, tentu harus diperlakukan dengan baik agar aspirasinya juga sampai dengan baik," imbuhnya.

Setiap pengawalam aksi demonstrasi,kepolisian juga dibekali dengan standar opersional prosedur (SOP).

"Sesuai SOP juga berhadapan langsung dengan massa adalah dalmas awal, maupun srikandi polwan. Pelaksanaannya dalam pengamanan tidak ada yg membawa senpi. Itu tadi, kita memposisikan diri bahwa mereka saudara- saudara kita juga yang akan menyuarakan aspirasi," tandasnya.

Kumpulan berita Surabaya terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved