Breaking News:

Berita Kabupaten Madiun

Tekan Penularan Covid-19 di Madiun Saat Natal dan Tahun Baru, Kaji Mbing Belajar dari Pengalaman

Untuk menekan penularan Covid-19 di Kabupaten Madiun saat Natal dan Tahun Baru, Bupati Kaji Mbing belajar dari pengalaman.

TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra
Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro saat ditemui di Wisata Watu Rumpuk, Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, 2021. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Pemerintah Kabupaten Madiun siap melaksanakan rencana Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 3 saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro masih menunggu instruksi Menteri Dalam Negeri terkait wacana penerapan PPKM Level 3 tersebut.

Menurut Kaji Mbing, sapaan akrab Ahmad Dawami Ragil Saputro, penerapan PPKM Level 3 dirasa tepat untuk menekan angka penularan Covid-19 (virus Corona) saat Natal dan Tahun Baru.

"Jika belajar dari yang pernah terjadi kemarin, ketika libur panjang pasti ada lonjakan (kasus Covid-19) karena mobilitas masyarakat tinggi," kata Kaji Mbing, Selasa (23/11/2021).

Naiknya mobilitas masyarakat ini berpotensi menimbulkan kerumunan dan tingkat pelanggaran protokol kesehatan (prokes) juga naik.

"Kabupaten Madiun pernah 0 kasus Covid-19, itu harus dipertahankan. Pengalaman kemarin, menurunkan zona merah ke zona hijau itu mudah, tapi bertahan di zona hijau itu sulit," lanjutnya.

Untuk itu pihaknya akan menyiapkan skenario dengan Kapolres Madiun maupun Dandim Madiun untuk menekan penularan Covid-19.

"Karena rencananya tidak ada libur nasional, jadi kita amankan lingkungan masing-masing," jelas Kaji Mbing.

Baca juga: Pemerintah Pusat Perintahkan PPKM Level 3 Saat Nataru, Wali Kota Madiun Maidi Beri Respons

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Madiun telah melakukan pemetaan berdasarkan ledakan kasus Covid-19 sebelumnya, titik-titik mana saja yang rawan.

Nantinya di titik tersebut akan dilakukan pengawasan atau penyekatan agar ledakan kasus tidak kembali terulang.

"Pendataan kita sudah baik dan tercatat semuanya, penanganan ke depan akan dilakukan berdasarkan pengalaman sebelumnya," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved